AS Kerahkan Banyak Pesawat Militer ke Eropa, Ada Apa?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Jan 2026, 09:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Pesawat Kiamat Amerika Serikat (AS) Pesawat Kiamat Amerika Serikat (AS) (Istimewa)

Ntvnews.id, Washington D.C - Amerika Serikat (AS) terpantau mengirimkan sejumlah besar pesawat militer ke kawasan Eropa dalam beberapa waktu terakhir, menyusul serangan terhadap Venezuela yang menarik perhatian dunia. Lonjakan pengerahan ini memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan operasi khusus AS di kawasan tersebut ke depan.

Penguatan kehadiran udara militer AS di Eropa juga terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait ambisi Presiden Donald Trump untuk mengambil alih Greenland, yang memicu kritik dari negara-negara Eropa serta sekutu NATO di wilayah itu.

Dilansir dari The Independent, Minggu, 11 Januari 2026, laporan situs berita pertahanan The War Zone, menyebut peningkatan signifikan tersebut melibatkan pesawat kargo C-17 Globemaster, pesawat tempur AC-130J Ghostrider, serta pesawat turboprop operasi khusus yang belum banyak diketahui.

Disebutkan pula bahwa pesawat C-17 Globemaster tersebut diduga membawa helikopter dari markas Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160 (SOAR).

Baca Juga: Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Baru, 4 Perusahaan Minyak Venezuela Disasar

Menurut The War Zone, pengerahan ini semakin mengarah pada dukungan operasi di masa mendatang, termasuk kemungkinan aksi menaiki kapal tanker minyak berbendera Rusia, Marinera, yang baru-baru ini disita AS di perairan Atlantik Utara setelah dikejar dari lepas pantai Venezuela. Kapal tersebut dituduh melanggar sanksi AS.

Berdasarkan data pelacakan penerbangan, UK Defence Journal melaporkan peningkatan aktivitas udara militer AS sejak Sabtu, 3 Januari 2026. Aktivitas itu mencakup kedatangan sejumlah pesawat angkut C-17 Globemaster III di pangkalan udara RAF Fairford serta dua pesawat tempur AC-130 di RAF Mildenhall, Inggris.

UK Defence Journal menilai pergerakan tersebut menunjukkan pengerahan kembali pasukan khusus AS ke Eropa, seiring meningkatnya aktivitas operasional yang berkaitan dengan peristiwa di Venezuela, termasuk penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Arsip foto - Pesawat tempur F-15 dan F-2 Angkatan Udara Bela Diri Jepang ke-5 dan ke-8 latihan militer bersama dengan pesawat tempur Amerika Serikat F-35B milik Marine Aircraft Group 12 di lepas pantai Kyushu, Jepang pada Oktober 2022. /ANTARA/Kantor <b>(Antara)</b> Arsip foto - Pesawat tempur F-15 dan F-2 Angkatan Udara Bela Diri Jepang ke-5 dan ke-8 latihan militer bersama dengan pesawat tempur Amerika Serikat F-35B milik Marine Aircraft Group 12 di lepas pantai Kyushu, Jepang pada Oktober 2022. /ANTARA/Kantor (Antara)

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan kepada The Independent bahwa pihaknya telah memberikan "dukungan operasional yang telah direncanakan sebelumnya, termasuk penempatan, kepada aset-aset militer AS" menjelang penyitaan kapal tanker Marinera pada Rabu, 7 Januari 2026.

Pesawat-pesawat itu mendarat di pangkalan udara Inggris di Suffolk dan Gloucestershire yang dioperasikan bersama oleh AS dan Inggris. Namun, belum dapat dipastikan apakah aset udara tersebut digunakan langsung dalam operasi penyitaan kapal tanker minyak tersebut.

Baca Juga: Amerika Serikat Larang Penjualan Drone Buatan Luar Negeri

Meski tujuan pasti pengerahan pesawat militer AS ini belum dijelaskan secara resmi, lonjakan aktivitas tersebut bertepatan dengan meningkatnya kekhawatiran atas keinginan Trump untuk menguasai Greenland dari Denmark.

"Banyak pesawat Operasi Khusus AS telah transit di Inggris dalam beberapa hari terakhir, dalam perjalanan ke Eropa, termasuk laporan tentang pesawat yang berasal dari Resimen Udara Operasi Khusus ke-160 alias 'Nightstalkers' yang mendukung serangan terhadap Maduro di Venezuela... Kemungkinan aksi lainnya di Eropa?" tulis mantan perwira Angkatan Darat Inggris, Ed McGuinness, melalui unggahan di platform X.

x|close