Ntvnews.id, Taheran - Pemerintah Iran menuding Washington sebagai pihak yang memicu aksi demonstrasi dan mendorong ketidakstabilan di dalam negeri. Tudingan itu disampaikan Wakil Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, melalui surat resmi yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Dilansir dari IRNA, Minggu, 11 September 2025, dalam surat tersebut, Iravani menegaskan bahwa Teheran mengecam keras tindakan Amerika Serikat (AS) yang terus berlangsung, melanggar hukum, dan tidak bertanggung jawab, yang dilakukan bersama dengan rezim Israel, dalam mencampuri urusan dalam negeri Iran melalui ancaman, hasutan, serta dorongan yang disengaja terhadap ketidakstabilan dan kekerasan.
Ia juga menyoroti perubahan jalannya aksi protes di Iran yang semula berlangsung damai, namun kemudian berkembang menjadi kerusuhan yang disertai tindakan perusakan fasilitas umum.
Gelombang unjuk rasa di Iran mulai merebak pada akhir Desember, seiring melemahnya nilai tukar mata uang nasional, rial Iran. Para demonstran mempersoalkan fluktuasi tajam kurs yang berdampak langsung pada lonjakan harga barang, baik di tingkat grosir maupun eceran.
Baca Juga: Polisi: Situasi di Iran Sudah Tenang Sehari Setelah Kerusuhan Massal
Di tengah situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump berulang kali melontarkan ancaman kepada otoritas Iran selama rangkaian protes berlangsung.
Pada Jumat, 9 Januari 2025, Trump menyatakan bahwa Washington akan turun tangan dan akan “memukul mereka sangat keras di titik yang paling menyakitkan” apabila terdapat pengunjuk rasa yang terbunuh dalam kerusuhan di Iran.
Sebelumnya pada hari yang sama, media Iran memberitakan terjadinya kerusakan terhadap sejumlah properti milik warga maupun negara di Teheran.
Demo Iran (Anadolu)
Wali Kota Teheran, Alireza Zakani, mengungkapkan adanya serangan oleh peserta kerusuhan publik pada 8 Januari yang menargetkan fasilitas aparat keamanan. Ia juga menyebut terjadinya pembakaran bus dan mobil pemadam kebakaran, serta penyerangan terhadap sejumlah bank.
Sementara itu, televisi pemerintah Iran melaporkan adanya korban dalam insiden tersebut, meski tidak merinci apakah korban berasal dari aparat keamanan atau warga sipil.
Pada Jumat malam, juru bicara Kepolisian Iran Saeed Montazer Al-Mahdi menyatakan bahwa kondisi di seluruh wilayah Iran telah kembali kondusif, sehari setelah terjadinya kerusuhan publik secara meluas.
Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py/am. (Antara)