Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu Terkait Kebocoran Restitusi Pajak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Mei 2026, 19:13
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberhentikan dua pejabat di Kementerian Keuangan setelah ditemukan adanya ketidaksesuaian data terkait restitusi pajak atau pengembalian kelebihan pembayaran pajak kepada wajib pajak. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberhentikan dua pejabat di Kementerian Keuangan setelah ditemukan adanya ketidaksesuaian data terkait restitusi pajak atau pengembalian kelebihan pembayaran pajak kepada wajib pajak. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberhentikan dua pejabat di Kementerian Keuangan setelah ditemukan adanya ketidaksesuaian data terkait restitusi pajak atau pengembalian kelebihan pembayaran pajak kepada wajib pajak.

"Saya investigasi lima orang pejabat yang paling tinggi mengeluarkan restitusi, hari ini 2 akan saya copot," ucap Purbaya, Senin 4  April 2026.

Langkah tersebut merupakan hasil investigasi yang dilakukan untuk menelaah lonjakan nilai restitusi pajak pada 2025 yang tercatat mencapai Rp361,15 triliun, atau meningkat 35,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menegaskan tindakan tersebut sebagai bentuk penegakan disiplin dan peringatan agar setiap instruksi dijalankan dengan benar tanpa berlebihan.

Baca juga: TNI Kasih Pembekalan Buat Penerima LPDP, Purbaya: Biar Mentalnya Kuat dan Cinta Negara

"Jadi pesannya adalah ketika ada instruksi seperti itu, jalankan dengan baik, jangan jor-joran. Jadi saya enggak main-main. Ada 2 yang saya akan copot," lanjutnya.

Purbaya menyebut tahun lalu sempat mempertanyakan kepada jajarannya terkait dengan besaran nilai restitusi. 

Ia menejelaskan hasil laporan yang ia terima nilainya sedikit, namun realisasinya justru membengkak.

"Di akhir tahun saya baru tahu keluarnya berkali-kali lipat yang mereka sebutkan. Jadi itu yang kita akan perbaiki, jangan sampai ada salah informasi lagi," jelasnya.

Baca juga: Isu Purbaya Ambruk Hingga Masuk RS, Airlangga: Sehat Tuh, Alhamdulillah

Menurutnya investigasi internal ini di luar audit total restitusi yang telah diserahkan ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), audit BPK dilakukan untuk periode 2016-2025.

"Saya minta diaudit dengan betul supaya kita tidak kecolongan, apalagi ke industri batu bara. PPNnya saya nombok Rp25 triliun restitusinya," tandasnya.

Adapun Purbaya telah merotasi pegawai Kementerian Keuangan sebagai bentuk pembenahan instansi.

Terbaru, ia melantik lima pejabat baru eselon II yang tersebar di Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF), Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), dan Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK).

x|close