Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menggelar pertemuan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kementerian Keuangan, Selasa 5 Mei 2026.
Pertemuan tersebut membahas berbagai upaya untuk memperkuat sektor manufaktur sebagai penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kami berdua Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian duduk kita bedah berbagai macam kendala yang mungkin dihadapi di lapangan oleh pelaku usaha industri. Nah itu kemudian mencarikan jalan keluarnya," ucap Menperin, Selasa 5 Mei 2026.
Menperin menyebut salah satu fokus utama pembahasan adalah pemberian stimulus dan insentif untuk sektor manufaktur. Termasuk di dalamnya wacana insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Baca juga: Purbaya Siapkan Subsidi Mobil dan Motor Listrik, Kuota Awal 100 Ribu Unit
Ia pun menyoroti struktur output manufaktur Indonesia yang masih didominasi pasar domestik.
Saat ini, sekitar 80 persen produk manufaktur diserap di dalam negeri, sementara hanya sekitar 20 persen yang diekspor.
"Kalau saya ingin menjelaskan sedikit bahwa dari output manufaktur itu Indonesia beda dengan negara-negara lain seperti Vietnam maupun Thailand, Malaysia. Output manufaktur kita selama ini rata-rata hanya 21 persen yang diekspor, 80 persen merupakan produk-produk yang diserap di dalam negeri," ungkap menperin.
"Kita harus terbuka dengan tidak mengurangi dan dengan tetap memerhatikan dan melindungi pasar dalam negeri. Tapi kita juga perlu untuk melihat kemungkinan kita meningkatkan ekspor produk-produk kita ke luar negeri sehingga kita bisa merubah sedikit rasio antara output," lanjutnya.
Menurutnya Kemenperin dan Kemenkeu turut membahas strategi untuk meningkatkan ekspor manufaktur, sekaligus menjaga keseimbangan dengan perlindungan pasar domestik.
Meski demikian, Agus belum dapat memastikan apakah insentif untuk mobil dan motor listrik akan kembali diberikan. Ia menegaskan, Kementerian Perindustrian hanya sebatas mengusulkan kebijakan tersebut.
"Kita sudah bicara salah satunya juga bicara soal insentif sebagai stimulus. Kalau memang pemerintah memberikan insentif untuk motor atau mobil listrik ini semakin relevan," jelasnya.
Baca juga: Menperin Pastikan Stok Plastik Aman Meski Rantai Pasok Global Terganggu
Menperin menambahkan, kebijakan kendaraan listrik kini tidak hanya berorientasi pada pengurangan emisi, tetapi juga untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada pengurangan beban subsidi energi pemerintah.
"Kita men-introduce kebijakan-kebijakan yang lebih kepada penggunaan kendaraan listrik itu untuk dalam rangka pengurangan emisi, sekarang ada yang lebih penting dari itu. Itu agar kita lebih banyak mengurangi penggunaan BBM, artinya bisa mengurangi subsidi," tandasnya.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menggelar pertemuan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kementerian Keuangan, Selasa 5 Mei 2026. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)