Ntvnews.id, Jakarta - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyampaikan bahwa stabilitas sistem keuangan terjaga meski volatilitas pasar keuangan global meningkat akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat berkala KSSK kuartal I-2026 yang digelar pada Senin, 27 April 2026.
Rapat dihadiri Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friederica Widyasanti, dan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu.
"Stabilitas sistem keuangan tetap dalam kondisi terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global seiring eskalasi konflik Timur Tengah," ucap Menkeu Purbaya dalam konferensi pers, Kamis 7 Mei 2026.
Baca juga: Menkeu Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan RI Triwulan III 2025 Tetap Terjaga
Purbaya mengatakan KSSK akan terus mencermati dan melakukan asesmen forward looking atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini seiring risiko ketidakpastian ekonomi global yang meningkat.
Lebih lanjut, Purbaya menilai kondisi ekonomi domestik masih menunjukkan kinerja yang positif.
Adapun pada kuartal I 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,61 persen.
“Kita akan waspadai itu terus, untuk ekonomi domestik kita lihat triwulan I pertumbuhan cukup bagus 5,61 persen ya,” katanya.
Lebih lanjut, Pemerintah juga tengah menyiapkan stimulus tambahan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026.
Baca juga: Sri Mulyani: Stabilitas Sistem Keuangan RI Triwulan II 2025 Tetap Terjaga
Kemudian dalam upaya memperbaiki iklim investasi, Presiden Prabowo Subianto telah membentuk Satgas Percepatan Program Pemerintah untuk mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (P3M-PPE).
Satgas tersebut bertugas mempercepat program strategis, memperkuat investasi, serta mendorong penciptaan lapangan kerja.
"Satgas juga menghadirkan layanan penanganan kanal debottlenecking 24 jam untuk menyelesaikan hambatan perizinan dan investasi secara cepat, transparan, dan akuntabel," tandasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friederica Widyasanti, dan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono )