Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah mempercepat realisasi belanja negara sejak triwulan I-2026 guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan per 31 Maret 2026, realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp610,3 triliun atau tumbuh 47,7 persen secara tahunan (year on year/y-o-y).
Baca Juga: Cek Fakta: Klaim APBN Indonesia Hanya Bertahan 3 Bulan dan Rupiah Tembus Rp20.000
Dari total realisasi tersebut, belanja kementerian/lembaga (K/L) tercatat sebesar Rp281,2 triliun yang terdiri atas belanja pegawai Rp97,1 triliun, belanja barang Rp111,1 triliun, belanja modal Rp35,4 triliun, serta belanja bantuan sosial sebesar Rp37,5 triliun.
Sementara itu, belanja non-K/L mencapai Rp329,1 triliun.
Berikut Infografiknya:
Pemerintah mempercepat realisasi belanja sejak triwulan I-2026 guna memacu pertumbuhan ekonomi. Belanja diprioritaskan untuk berbagai program kesejahteraan masyarakat. (Antara)
(Sumber: Antara)
Pemerintah mempercepat realisasi belanja sejak triwulan I-2026 guna memacu pertumbuhan ekonomi. Belanja diprioritaskan untuk berbagai program kesejahteraan masyarakat. (Antara)