Prabowo Ungkap Banyak Negara Kini Cari Beras Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mei 2026, 16:37
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam agenda nasional yang digelar di Kabupaten Nganjuk Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam agenda nasional yang digelar di Kabupaten Nganjuk (Istimewa)

Ntvnews.id, Nganjuk - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia masih berada dalam kondisi aman dan damai di tengah situasi global yang dipenuhi konflik dan peperangan di berbagai kawasan dunia.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.

Menurutnya, sejumlah kawasan dunia hingga kini masih dilanda perang, mulai dari konflik di Timur Tengah hingga perang antara Rusia dan Ukraina yang belum berakhir sejak 2022.

"Di tengah dunia yang penuh perang, perpecahan, konflik. Negara kita masih cukup damai dan aman," kata Kepala Negara.

Prabowo mengatakan kondisi dalam negeri yang aman turut didukung keberhasilan Indonesia menjaga swasembada pangan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 287 juta penduduk.

Ia menegaskan bahwa pangan merupakan persoalan fundamental yang menentukan keberlangsungan sebuah bangsa.

"Dan selalu saya katakan pangan adalah masalah hidup dan mati suatu bangsa," tutur Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Sebut Program MBG Putar Rp10,8 Miliar di Desa dan Hidupkan Ekonomi Lokal

Menurutnya, pangan tidak bisa dipandang hanya sebagai komoditas ekonomi semata, melainkan bagian penting dari strategi bertahan hidup suatu negara di tengah ketidakpastian global.

"Jadi saya tidak ikut-ikut paham-paham yang mengatakan bahwa beras, jagung, lebih efisien kalau kita impor. Survival bangsa bukan sekedar lebih murah di mana lebih murah, tapi ada atau tidak," kata Prabowo.

"Dan akhirnya sejarah, takdir, dan kenyataan membuktikan bahwa karena kita sudah lebih dulu aman soal pangan, krisis apapun di luar negara kita, kita relatif, relatif lebih aman, lebih siap menghadapi cobaan," paparnya.

Prabowo mengungkapkan, kondisi tersebut kini membuat banyak negara mulai meminta pasokan beras dari Indonesia di tengah krisis pangan global.

"Minta beli beras dari kita. Tetangga-tetangga kita. Mereka-mereka yang lebih hebat dari kita, yang menganggap dirinya lebih hebat dari kita, kan begitu? Tapi sekarang harus datang ke Indonesia minta, 'Boleh nggak kita beli beras?' Ada yang apa, ada yang masih harga diri ya kan, agak lamban mintanya gitu. Mungkin dia berusaha beli lagi dari mana," tutur Prabowo.

Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam agenda nasional yang digelar di Kabupaten Nganjuk <b>(Istimewa)</b> Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam agenda nasional yang digelar di Kabupaten Nganjuk (Istimewa)

Ia juga menyoroti langkah sejumlah negara seperti India dan Bangladesh yang menghentikan ekspor komoditas pangan untuk menjaga pasokan dalam negeri.

"Ternyata berapa hari yang lalu, India mengumumkan tutup. Tidak ekspor beras, jagung, gandum. India tutup! Disusul oleh Bangladesh tutup. Akhirnya ada juga negara-negara yang akhirnya datang juga ke kita ya. Dan saya bilang, saya bilang, beri! Kalau mereka butuh, kita harus bantu," papar Prabowo.

Meski membuka peluang ekspor pangan, Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan menjual komoditas dengan harga terlalu murah. Ia meminta kepentingan petani dan kebutuhan rakyat Indonesia tetap menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Prabowo: Pembangunan Harus Dilihat 10–20 Tahun, Bukan Jangka Pendek

"Kita jual kepada mereka. Tapi harganya ya, harganya ya yang oke lah, ya kan. Jangan petani kita korban! Iya kan? Harga harus, harus minimal untung dikit lah. Jangan jual terlalu murah ya. Jangan ngetok tapi jangan jual terlalu murah. Ingat krisis bisa lama ini, ya. Yang utama kita amankan rakyat kita dulu," tegasnya.

Prabowo juga sempat berkelakar mengenai negara-negara yang meminta potongan harga saat membeli beras dari Indonesia di tengah situasi krisis dunia.

"Jadi ada juga mau beli beras habis itu minta korting, korting, banyak banget kortingnya bener nggak? Ini yang krisis dunia ini. Jadi saudara-saudara, itu apa yang sudah kita capai," ungkap Kepala Negara.

x|close