Ntvnews.id, Jakarta -Danantara Indonesia Trust menargetkan alokasi pendanaan filantropi minimal 1 persen dari total dividen badan usaha milik negara (BUMN) yang diterima Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) setiap tahun untuk mendukung program sosial berkelanjutan.
CEO Danantara Indonesia sekaligus Pembina Danantara Indonesia Trust, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa dana tersebut akan difokuskan pada sektor kesehatan, pendidikan, kebudayaan, serta air, sanitasi, dan higiene (WASH). Ia menegaskan bahwa skema ini dirancang untuk memberikan dampak sosial jangka panjang bagi masyarakat.
“Kami (menargetkan) memberikan setiap tahunnya paling tidak 1 persen dari total dividen yang kami terima dari semua BUMN yang ada,” kata Rosan usai Peluncuran Kemitraan Strategis Danantara Indonesia Trust di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Rosan menjelaskan bahwa Danantara Indonesia Trust telah memperoleh pendanaan awal sebesar 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,77 triliun. Lembaga ini dibentuk sebagai entitas filantropi yang mengedepankan kredibilitas, profesionalisme, transparansi, serta tata kelola yang baik.
Ia juga menyebut Danantara Indonesia menjalin kerja sama dengan Gates Foundation untuk memperkuat pengembangan kelembagaan serta sistem tata kelola filantropi yang berstandar global.
Baca Juga: Indonesia Humanitarian Summit 2026 Tegaskan Filantropi sebagai Pilar Kepercayaan Publik
“Bagaimana kita membuat Danantara Trust ini menjadi satu filantropi yang kredibel, yang relevan, yang transparan dengan governance yang tinggi,” ujarnya.
Menurut Rosan, Danantara Indonesia Trust yang resmi didirikan pada Oktober 2025 itu diharapkan tidak hanya menjadi penyedia pendanaan, tetapi juga berperan sebagai katalis dan ecosystem enabler dalam memperkuat kolaborasi sosial lintas sektor. Ia menambahkan bahwa ke depan, pihaknya akan memperluas kemitraan dengan berbagai mitra pembangunan lainnya.
“Kami harapkan ini adalah awal. Insya Allah kita akan lebih banyak menggandeng mitra-mitra partner lain lagi ke depannya,” ungkap Rosan.
Sementara itu, Ketua Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak, menjelaskan bahwa pihaknya tengah membangun sistem tata kelola, struktur organisasi, mekanisme pengawasan, serta kerangka monitoring, evaluation, and learning (MEL) untuk memastikan efektivitas program yang dijalankan.
“Kami percaya bahwa mandat jangka panjang ini dapat dijalankan secara kredibel apabila dibangun dengan tata kelola yang baik sejak awal,” ucap Nuraini.
Baca Juga: Anak Muda Dinilai Jadi Kunci Filantropi Berkelanjutan dan Pemberdayaan Ekonomi
Ia menambahkan bahwa Danantara Indonesia Trust juga aktif melakukan pembelajaran dan diskusi dengan berbagai sovereign wealth fund, lembaga filantropi, serta mitra pembangunan di tingkat nasional maupun global untuk memperkuat dampak sosial yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Danantara Indonesia Trust juga menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Kesehatan, Yayasan Karya Salemba Empat, serta Indonesia Heritage Agency. Kerja sama ini mencakup dukungan sekitar Rp250 miliar untuk program kesehatan ibu dan anak, beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu, serta pengembangan fasilitas pembelajaran publik di Museum Nasional.
(Sumber: Antara)
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani (tengah) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kedua kiri), Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kedua kanan), dan Ketua Danantara Indonesia Trust Nuraini Razak (kiri) memberikan keterangan kepada pers usai penandatanganan nota kesepahaman kemitraan strategis Danantara Indonesia Trust dengan sejumlah mitra di Jakarta, Senin (25/5/2026). ANTARA/Aria Ananda. (Antara)