Summarecon Gelontorkan Rp600 Miliar untuk Bangun Mal Baru di Makassar, Ditargetkan Beroperasi 2028

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Jun 2026, 14:21
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
James Wahyudi (Investor Relations), Adrianto P. Adhi (President Director), dan Lidya Tjio (Corporate Secretary) dari PT Summarecon Agung, Tbk James Wahyudi (Investor Relations), Adrianto P. Adhi (President Director), dan Lidya Tjio (Corporate Secretary) dari PT Summarecon Agung, Tbk (NTVNews.id: Dedi)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) terus memperkuat bisnis properti investasinya melalui pengembangan pusat perbelanjaan di berbagai kawasan kota terpadu yang dikembangkan Perseroan. Salah satu proyek yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan Summarecon Mall Makassar di kawasan Summarecon Mutiara Makassar dengan nilai investasi sekitar Rp600 miliar.

Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi mengatakan proyek tersebut menjadi bagian dari strategi Perseroan untuk melengkapi fasilitas di kawasan township yang telah dikembangkan.

“Kami bisa sampaikan kemungkinan di tahun 2028,” kata Adrianto saat memaparkan rencana operasional Summarecon Mall Makassar.

Corporate Secretary Summarecon Agung Lidya Tjio menambahkan, pembangunan pusat perbelanjaan tersebut saat ini masih berjalan dengan total project cost sekitar Rp600 miliar.

“Untuk bagian investment property kami sedang lakukan pembangunan untuk Summarecon Mall Makassar yang akan mencapai pembangunan dengan project cost Rp600 miliar yang sedang berjalan,” ujarnya.

Ekspansi ke Makassar menjadi bagian dari strategi jangka panjang Summarecon dalam memperbesar kontribusi pendapatan berulang atau recurring income. Perseroan secara konsisten membangun pusat perbelanjaan di kawasan township yang dinilai telah memiliki basis penghuni dan aktivitas ekonomi yang kuat.

Baaca Juga:  Dukungan Summarecon Golden Expo 2025

Menurut Adrianto, Summarecon akan terus mengembangkan bisnis investasi melalui pembangunan mal, terutama di kawasan yang saat ini belum memiliki fasilitas pusat perbelanjaan milik Perseroan.

“Kita terus konsisten dalam mengembangkan bisnis investasi melalui pembangunan mall-mall terutama di area township yang belum ada mall-nya,” katanya.

Sebelum mengembangkan proyek baru di Makassar, Summarecon lebih dahulu meresmikan Summarecon Mall Bekasi 2 yang menjadi bagian dari perluasan kawasan komersial di Bekasi.

Adrianto mengungkapkan mal tersebut menghadirkan konsep berbeda dengan memadukan aktivitas belanja dan olahraga dalam satu kawasan. Menurut dia, respons masyarakat terhadap konsep tersebut cukup positif sejak pertama kali dibuka.

“Kami sangat bangga dan hasilnya luar biasa karena mall pertama yang mencoba memadukan dua aktivitas yang sangat berbeda, orang belanja dan orang olahraga, tapi ternyata nyambung dan respon dari konsumen kami khususnya di masyarakat Kota Bekasi sangat bagus,” ujarnya.

Dengan beroperasinya Summarecon Mall Bekasi 2, luas area yang dapat disewakan atau net leasable area (NLA) di kawasan Bekasi mencapai sekitar 116 ribu meter persegi jika digabungkan dengan mal tahap pertama.

Baaca Juga: Summarecon Bagikan Dividen Rp82,5 Miliar, Pemegang Saham Terima Rp5 per Saham

Secara keseluruhan, jaringan pusat perbelanjaan Summarecon kini memiliki gross floor area (GFA) sekitar 610 ribu meter persegi dan net leasable area mencapai sekitar 410 ribu meter persegi.

Selain memperkuat lini bisnis pusat perbelanjaan, Summarecon juga terus menjaga kontribusi recurring income sebagai salah satu penopang kinerja Perseroan. Lidya mengatakan kontribusi pendapatan berulang saat ini telah berada pada kisaran 25% hingga 30% dari total pendapatan perusahaan.

“Dan ini memang kita harapkan dapat menjaga cash flow kita untuk ke depannya Perseroan,” kata Lidya.

Melalui pembangunan Summarecon Mall Makassar, Perseroan berharap dapat memperluas ekosistem bisnis di kawasan Indonesia Timur sekaligus memperkuat sumber pendapatan berulang di tengah tantangan industri properti yang masih berlangsung.

x|close