Rupiah Awal Pekan Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS Seiring Harapan Damai AS-Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jun 2026, 10:25
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye) Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye)

Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengawali perdagangan Senin 15 Juni 2026 dengan penguatan. 

Adapun mata uang Garuda tercatat naik 82 poin atau 0,46 persen menjadi Rp17.778 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah berpotensi melanjutkan penguatannya seiring harapan perdamaian di Timur Tengah.

"Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya harapa perdamaian di timur tengah memicu sentimen risk on dan penurunan pada harga minyak mentah dunia," ucap Lukman, Senin 15 Juni 2026.

Baca juga: IHSG dan Rupiah Kompak Menguat, Pasar Respon Positif

Baca juga: BI Sebut Rupiah Terus Menguat Usai BI-Rate Naik ke 5,5 Persen

"Indeks dolar AS turun oleh laporan bahwa kesepkatan damai interim antara AS-Iran telah tercapai," lanjutnya.

Adapun pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan berada dalam kisaran Rp17.700 hingga Rp17.850 per dolar AS.

x|close