Nezar Patria: AI dan Blockchain Bisa Cegah Kebocoran dalam Sistem Perdagangan Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jul 2026, 10:26
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Wamenkomdigi Nezar Patria didampingi Kepala BPSDM Komdigi Boni Pudjianto, Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Komdigi Said Mirza Pahlevi, dan Sekretaris Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Aryo Pamoragung saat menerima audiensi Blockchain, Robotics, and Artificial Intelligence Network (BRAIN) IPB University di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Juli 2026. Wamenkomdigi Nezar Patria didampingi Kepala BPSDM Komdigi Boni Pudjianto, Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Komdigi Said Mirza Pahlevi, dan Sekretaris Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Aryo Pamoragung saat menerima audiensi Blockchain, Robotics, and Artificial Intelligence Network (BRAIN) IPB University di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menilai pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) yang dipadukan dengan teknologi blockchain berpotensi memperkuat sistem perdagangan nasional dengan meminimalkan kebocoran serta meningkatkan efisiensi.

Nezar menyampaikan digitalisasi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir memungkinkan pemerintah maupun pelaku usaha mengidentifikasi titik-titik kehilangan, mengoptimalkan proses produksi, sekaligus mengurangi potensi kecurangan.

"Kalau bisa dibuat satu sistem perdagangan yang pencatatannya lebih akurat, kita bisa mencegah kebocoran. Produksinya juga bisa lebih baik karena kita dapat mendeteksi titik-titik kehilangan sehingga optimasi bisa dilakukan,” kata Nezar.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Blockchain, Robotics, and Artificial Intelligence Network (BRAIN) IPB University di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, pada Kamis, 23 Juli 2026.

Baca JugaWamen Nezar Patria: Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia Ditentukan Kekuatan Kolaborasi Ekosistem

Menurut Nezar, blockchain mampu menghadirkan sistem pencatatan transaksi yang lebih transparan dan sulit dimanipulasi. Sementara itu, AI dapat dimanfaatkan untuk memprediksi kebutuhan pasar, mengoptimalkan produksi, hingga meningkatkan efisiensi distribusi barang.

Ia menjelaskan setiap perpindahan data, pembayaran, maupun logistik dalam rantai perdagangan selama ini selalu menimbulkan biaya tambahan. Karena itu, penerapan digitalisasi secara menyeluruh menjadi langkah penting agar seluruh proses bisnis berjalan lebih efisien.

"Setiap perpindahan moda ada cost. Pindah ke platform lain, ada cost lagi. Karena itu sekarang arahnya adalah sistem yang seamless, end-to-end, sehingga proses bisnis menjadi lebih efisien," tuturnya.

Nezar menilai konsep tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat transformasi digital di sektor-sektor produktif, khususnya agroindustri yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional.

Baca JugaNezar Patria: Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama AI Global Lewat Hilirisasi Mineral dan Penguatan Talenta

"Ini bagus dan sesuai juga dengan misi IPB. Teknologi bisa membantu sistem perdagangan menjadi lebih baik, pencatatannya lebih akurat, dan berbagai potensi fraud dapat ditekan," katanya.

Ia juga mengapresiasi perhatian kalangan akademisi terhadap perkembangan teknologi mutakhir, termasuk quantum computing dan blockchain. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya berperan sebagai pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang mendukung kebutuhan nasional.

"Kita harus terus memasang mata dan telinga terhadap perkembangan teknologi. Yang paling penting adalah bagaimana solusi-solusi digital yang dikembangkan benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mendukung program-program strategis nasional," pungkas Nezar.

(Sumber: Antara)

x|close