Ntvnews.id, Jakarta - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, dijadwalkan melangsungkan pertemuan dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi pada Jumat (2/9). Agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI yang berniat mengimpor Kereta Rel Listrik (KRL) bekas asal Jepang.
“Hari ini harusnya saya ada pertemuan dengan Pak Menhub (Dudy Purwagandhi), Ini hari Jumat, kan ya? Iya. Harus nya ada pertemuan dengan Pak Menhub untuk berdiskusi berkait dengan itu,” ujar Dony seusai acara Executive Breakfast Meeting oleh IKA Fikom Unpad di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.
Saat disinggung mengenai sikap Danantara terhadap rencana impor KRL bekas tersebut, Dony menekankan bahwa kebijakan itu memerlukan kajian mendalam dengan menimbang aspek biaya dan manfaat secara objektif. Langkah tersebut dinilai penting demi mengakselerasi layanan transportasi publik yang lebih optimal.
“Nanti kan penjelasan bagaimana kan kita mesti melihat cost and benefit-nya, ya. Mana keuntungannya berapa, apa yang kita dapatkan dari situ, karena kan percepatan daripada transportasi publik kita juga, kan? Tapi nanti akan kita diskusikan dengan Pak Menhub,” jelas Dony.
Kendati demikian, pihak Danantara tidak menutup peluang untuk tetap mempertimbangkan kapasitas industri domestik, khususnya produk buatan PT Industri Kereta Api (INKA), dalam memenuhi kebutuhan armada nasional.
“Nah, kita balance-kan antara kebutuhannya dengan kapasitas produksinya INKA. Sisanya, itu yang akan kita lakukan alternatif,” tambah Dony.
Menyoal kepastian dukungan pendanaan dari Danantara untuk rencana impor tersebut, Dony menyatakan pihaknya belum bisa bersikap lebih jauh karena masih membutuhkan perhitungan serta pembahasan komprehensif.
“Ya kita mesti bahas dengan itu,” pungkasnya.
Rencana pengadaan ini sebelumnya mengemuka setelah Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengajukan usulan impor KRL bekas asal Jepang kepada Komisi VI DPR RI yang kemudian berujung pada pemberian persetujuan.
Bobby memaparkan bahwa PT KAI mendesak tambahan 23 trainset untuk menunjang operasional KRL Jabodetabek guna merespons lonjakan jumlah pengguna. Kebutuhan armada baru itu terbagi ke dalam dua kategori, yakni 7 trainset dengan formasi 12 kereta (SF12) serta 16 trainset dengan formasi delapan kereta (SF8).
(Sumber: Antara)
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria diwawancarai wartawan seusai acara Executive Breakfast Meeting oleh IKA Fikom Unpad di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026. (Antara)