Rupiah Melemah ke Level Rp18.099 per Dolar AS Seiring Lonjakan Harga Minyak Mentah Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jul 2026, 10:23
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi), dengan target rampung pada 2027. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) Ilustrasi - Pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi), dengan target rampung pada 2027. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Rabu 29 Juli 2026. 

Adapun mata uang Garuda terkoreksi 16 poin atau 0,09 persen menjadi Rp18.099 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah diperkirakan dipicu oleh menguatnya dolar AS seiring kenaikan harga minyak mentah dunia.

Ia mengungkapkan lonjakan harga minyak terjadi setelah muncul kabar mengenai serangan Iran terhadap pasukan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. 

Baca juga: Rupiah Jebol ke Rp18 Ribu per Dolar AS usai Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI

Kondisi ini disebut mendorong pelaku pasar beralih ke aset-aset yang dinilai lebih aman, termasuk dolar AS.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS oleh harga minyak mentah yang kembali melonjak menyusul berita penyerangan oleh Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Rabu 29 Juli 2026.

Dari dalam negeri, Lukman menilai sentimen pasar dinilai masih negatif pasca pengunduran diri Perry Warjiyo dari Gubernur Bank Indonesia (BI).

"Sentimen domestik diperkirakna juga masih negatif paska pengunduran diri Gubernur BI," lanjutnya.

Baca juga: Rupiah Dekati Level Rp18 Ribu per Dolar AS Seiring Memanasnya Konflik Timur Tengah

Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak pada kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS.

x|close