OJK Target Himpun Dana Pasar Modal Rp250 T Sepanjang 2026 Meski Pasar Global Bergejolak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jul 2026, 20:29
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pekerja berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026. IHSG perdagangan sesi I ditutup melemah 442,44 poin atau 5,31 persen ke posisi 7.887,16, dengan k Pekerja berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026. IHSG perdagangan sesi I ditutup melemah 442,44 poin atau 5,31 persen ke posisi 7.887,16, dengan k (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penghimpunan dana melalui pasar modal sebesar Rp250 triliun sepanjang 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan hingga per 30 Juni 2026, realisasi penghimpunan dana telah mencapai Rp125,73 triliun.

"Target penghimpunan dana secara keseluruhan di pasar modal pada tahun 2026 adalah sebesar Rp250 triliun. Data per 30 Juni 2026, total nilai penghimpunan dana di pasar modal Indonesia adalah sebesar Rp125,73 triliun,"ucap Hasan dalam keterangan tertulis, Rabu 29 Juli 2026.

OJK menilai penghimpunan dana hingga akhir tahun masih positif meski pasar keuangan global masih menghadapi berbagai tantangan.

Baca juga: OJK Masih Kaji Tarif Premi Asuransi Kendaraan Listrik, Berpotensi 20 Persen Lebih Mahal

"Kami melihat prospek penghimpunan dana hingga akhir tahun 2026 tetap positif. Meskipun kondisi pasar global masih diwarnai berbagai tantangan, minat perusahaan untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan tetap terjaga," jelasnya.

Hingga 20 Juli 2026, terdapat tiga perusahaan yang sedang menjalani proses IPO.

Selain itu, terdapat dua proses penawaran umum terbatas (PUT) dengan potensi nilai emisi hingga Rp6,73 triliun, serta empat proses penerbitan obligasi dan sukuk dengan nilai emisi maksimal Rp5,25 triliun.

Hasan menegaskan OJK tidak hanya mengejar besaran dana yang berhasil dihimpun, tetapi juga terus memperkuat kualitas pasar modal nasional melalui berbagai agenda reformasi.

Baca juga: OJK Catat Pembayaran Manfaat Dana Pensiun Sukarela Tembus Rp19,02 Triliun per Mei 2026

"Reformasi pasar modal yang saat ini kami jalankan merupakan upaya membangun fondasi pasar yang lebih kuat melalui peningkatan kualitas emiten, penguatan likuiditas, peningkatan transparansi, penguatan tata kelola dan penegakan hukum, serta perluasan basis investor," jelasnya.

Dengan fondasi yang semakin kuat, OJK meyakini penghimpunan dana melalui pasar modal Indonesia tidak hanya dapat terus tumbuh, tetapi juga berlangsung secara lebih sehat dan berkelanjutan. 

x|close