Ntvnews.id, Jakarta -Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pemerintah mengubah paradigma pembangunan kawasan transmigrasi dengan menjadikannya sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menarik investasi sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan.
AHY menyampaikan hal tersebut saat menghadiri pelepasan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 di Jakarta, Rabu (29/7). Menurutnya, program transmigrasi kini tidak lagi hanya berorientasi pada perpindahan penduduk dari Pulau Jawa ke daerah lain, tetapi diarahkan untuk membangun kawasan transmigrasi agar berkembang sesuai potensi masing-masing.
"Yang dulu paradigmanya adalah memindahkan penduduk ke luar Jawa, kini paradigmanya menjadi bagaimana membangun kawasan-kawasan tersebut sehingga menjadi daya tarik bagi perpindahan penduduk, investasi, dan juga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata AHY dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis 30 juli 2026.
Ia menjelaskan Indonesia memiliki 154 kawasan transmigrasi yang tersebar di berbagai daerah dengan karakteristik dan tingkat perkembangan yang beragam.
Baca juga:Menko IPK: Ketahanan Energi Jadi Kunci Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Untuk mempercepat pengembangan kawasan tersebut, pemerintah melibatkan kalangan akademisi melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 yang beranggotakan sekitar 1.476 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
"Mereka hadir dengan semangat ingin turut mengambil peran memajukan ekonomi di berbagai wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui program-program unggulan transmigrasi," ujarnya.
Para peserta akan diterjunkan ke kawasan transmigrasi untuk memetakan potensi ekonomi sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pengembangan di setiap wilayah.
Pemetaan tersebut mencakup berbagai sektor, seperti pertanian, perkebunan, pariwisata, ekonomi kreatif, industri, hingga hilirisasi. Hasilnya diharapkan menjadi dasar pengembangan kawasan sesuai dengan keunggulan yang dimiliki masing-masing daerah.
Baca juga:Menko AHY: Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi agar Ekonomi Tumbuh Berkelanjutan
"Kita ingin memetakan potensi wilayah. Misalnya suatu daerah punya potensi pertanian atau perkebunan, daerah lain potensinya pariwisata, ekonomi kreatif, industri, hilirisasi, dan lain-lain. Jadi itu semua bisa kita analisa dengan baik kemudian dilaporkan langsung dari lapangan," ungkap dia.
AHY mengatakan hasil pemetaan tersebut akan menjadi referensi empiris yang melengkapi data pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan kawasan transmigrasi.
"Data yang didapatkan tentu menjadi referensi empiris, melengkapi data yang sudah dimiliki oleh pemerintah saat ini sehingga ketika bertemu antara masukan akademis dengan kebijakan yang sifatnya strategis di tingkat pusat, ini benar-benar bisa menjadi kebijakan yang efektif," ujarnya.
Ia menegaskan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan siap mendukung pengembangan kawasan transmigrasi melalui pembangunan infrastruktur dan konektivitas agar mampu menarik investasi, membuka lapangan kerja, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain itu, AHY memastikan pemerintah telah berkoordinasi dengan Polri, TNI, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat untuk menjamin keamanan pelaksanaan Tim Ekspedisi Patriot. Posko pemantauan juga disiapkan selama peserta menjalankan tugas di lapangan.
Baca juga:Cek Fakta: Prabowo Copot AHY dari Jabatan Menko IPK
Menurut AHY, pembangunan kawasan transmigrasi kini tidak lagi dipandang sebagai sekadar pemindahan penduduk, melainkan sebagai upaya membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi di berbagai wilayah Indonesia.
Pada pelaksanaan TEP 2025, Kementerian Transmigrasi menerjunkan 2.000 peneliti yang terdiri atas 42 guru besar, 358 doktor, 846 sarjana, dan 754 mahasiswa ke 154 kawasan transmigrasi. Program tersebut menghasilkan sekitar 400 kajian mengenai potensi sumber daya alam dan kelembagaan ekonomi.
Sementara itu, pada 2026 program dilanjutkan dengan melibatkan 1.476 peserta yang tergabung dalam 246 tim. Mereka akan bertugas di 53 kawasan, yang meliputi 41 kawasan transmigrasi prioritas nasional, dua kawasan prioritas Kementerian Transmigrasi, dan 10 kawasan di Papua.
(Sumber:Antara)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan sambutan dalam acara pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta, Rabu (29/7). (Antara)