Ntvnews.id, Jakarta - PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai 1 Agustus 2026. Dalam penyesuaian terbaru tersebut, harga Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter.
Mengacu pada informasi yang dipublikasikan melalui laman resmi Pertamina, dikutip Jumat, 31 Juli 2026, penurunan harga berlaku di berbagai wilayah, termasuk Jabodetabek. Harga Pertamax yang sebelumnya dibanderol Rp16.250 per liter pada Juli 2026 kini menjadi Rp15.950 per liter.
Selain Pertamax, Pertamax Green juga mengalami penurunan harga dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter.
Penyesuaian ini menjadi penurunan harga pertama sejak Pertamax dan Pertamax Green mengalami kenaikan pada 10 Juni 2026. Sebelumnya, pemerintah sempat mempertahankan harga BBM di tengah lonjakan harga minyak akibat konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.
Tak hanya itu, Pertamina juga menurunkan harga Pertamax Turbo dari Rp19.300 per liter menjadi Rp18.300 per liter.
Di sisi lain, harga BBM jenis diesel nonsubsidi atau Dex Series tidak mengalami perubahan. Harga Dexlite (CN 51) tetap berada di angka Rp19.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex (CN 53) masih dipatok Rp21.150 per liter.
Sementara itu, harga BBM subsidi dan penugasan juga tidak berubah. Pertalite tetap dijual seharga Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar dipertahankan di level Rp6.800 per liter.
Pertamina menjelaskan penyesuaian harga BBM tersebut dilakukan sebagai implementasi Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang merupakan perubahan atas Kepmen ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020.
Regulasi tersebut mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Ilustrasi - Petugas SPBU Pertamina mengisi BBM pelanggan. (ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga) (Antara)