Penjualan Mobil Naik, Purbaya Yakin Daya Beli Masyarakat Tetap Terjaga

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Agu 2026, 15:28
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) menyampaikan bahwa pertumbuhan penjualan mobil menjadi salah satu indikator yang menunjukkan permintaan di pasar domestik masih baik.

Berdasarkan data yang dipaparkan saat menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, penjualan mobil tumbuh 32,9 persen secara tahunan year-on-year (yoy) pada Juni 2026.

Sementara penjualan sepeda motor tumbuh 1,1 persen (yoy). Kondisi tersebut mencerminkan konsumsi masyarakat dan daya beli yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

Bendahara Negara itu mengatakan, pemerintah terus memantau berbagai indikator ekonomi secara berkala sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan fiskal agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

"Kami memonitor setiap variabel yang menunjukkan kondisi ekonomi saat ini maupun ke depan dan bertindak secara cepat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terpengaruh oleh perkembangan negatif di pasar," ujar Purbaya di GIIAS, Selasa 4 Agustus 2026.

Baca juga: Purbaya Pastikan Penempatan SAL Rp400 Triliun Tetap Jalan, Himbara Tak Perlu Khawatir

Selain pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor, aktivitas ekonomi domestik juga menunjukkan penguatan yang tercermin dari berbagai indikator lainnya.

Penjualan semen domestik pada Juni 2026 tumbuh 13,5 persen (yoy), konsumsi listrik meningkat 10,8 persen (yoy), dengan pertumbuhan pada sektor rumah tangga sebesar 12,3 persen, sektor bisnis 10,0 persen, dan sektor industri 6,5 persen.

Sementara itu, indeks konsumsi ritel terus meningkat hingga mencapai 123,3, menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat yang tetap terjaga.

Menurut Menkeu, berbagai indikator tersebut memberikan keyakinan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat. Pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui kebijakan fiskal yang responsif sehingga permintaan domestik tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu juga menyoroti pentingnya peran industri otomotif sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional. Industri ini tidak hanya mendorong konsumsi masyarakat, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap sektor manufaktur, investasi, dan penyerapan tenaga kerja.

Baca juga: Purbaya Beri Bocoran Insentif untuk 500 Ribu Motor-Mobil Listrik, Presiden Segera Umumkan

"Tantangan ke depan bukan lagi hanya mendorong adopsi kendaraan listrik, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah domestik, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri nasional," tegas Menkeu.

Purbaya optimistis, melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku industri, sektor otomotif Indonesia akan semakin tangguh dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik, meningkatkan daya saing di pasar global, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

HIGHLIGHT

x|close