Purbaya Sebut Prabowo Segera Umumkan Insentif Baru Kendaraan Listrik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Agu 2026, 16:33
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat usai acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, di Tangerang, Banten, Selasa, 4 Agustus 2026. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat usai acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, di Tangerang, Banten, Selasa, 4 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Tangerang - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan segera mengumumkan paket insentif terbaru untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang, Banten, Selasa, 4 Agustus 2026. Menurut dia, pengumuman kebijakan tersebut diperkirakan dilakukan dalam dua hingga tiga pekan mendatang.

“Saya kira dalam dua minggu atau tiga minggu dari sekarang, Presiden akan meluncurkan stimulus untuk EV lagi, termasuk untuk sekitar 500.000 sepeda motor listrik dan mobil listrik,” kata Purbaya.

Ia menjelaskan pemerintah tengah menyiapkan insentif berupa pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga 100 persen. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 40 persen bagi kendaraan yang memenuhi kriteria tertentu.

Baca JugaMenkeu Purbaya: Perekonomian Indonesia Tetap Kuat dan Tidak Sedang Menuju Krisis

Purbaya mengisyaratkan insentif tersebut hanya akan diberikan kepada mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV). Sementara itu, mobil hibrida maupun plug in hybrid electric vehicle (PHEV) tidak direncanakan menjadi penerima insentif.

Meski demikian, ia menegaskan rincian akhir mengenai kebijakan tersebut akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo.

“Saya belum dengar rencana itu. Yang saya dengar rencananya adalah EV saja. Battery nickel-based sama battery lithium-based juga berbeda sedikit,” ujarnya.

Dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027, pemerintah memasukkan pengembangan mobil dan sepeda motor nasional sebagai salah satu Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) dalam agenda hilirisasi dan industrialisasi.

Baca JugaMenkeu Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Tambahan Dana untuk Ratusan Pemda yang Alami Tekanan Fiskal

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan pemerintah akan memprioritaskan insentif kendaraan listrik bagi mobil merek nasional sebagai langkah memperkuat industri otomotif dalam negeri.

Namun, Agus belum menjelaskan apakah insentif tersebut juga akan diberikan kepada produsen kendaraan listrik yang telah beroperasi di Indonesia.

Pemerintah juga masih belum merinci sejumlah aspek kebijakan tersebut, termasuk definisi "mobil merek nasional", apakah hanya mengacu pada merek yang dimiliki perusahaan Indonesia atau juga mencakup kendaraan yang diproduksi di Indonesia dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi.

Selain itu, pemerintah belum memastikan apakah insentif hanya akan berlaku bagi mobil merek nasional atau tetap mencakup merek asing yang memproduksi kendaraan di Indonesia. Waktu pengumuman resmi mengenai skema insentif tersebut juga masih belum dipastikan.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close