Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyampaikan bahwa program Jaringan Gas Bumi (Jargas) rumah tangga tidak semata-mata ditujukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Program tersebut juga diharapkan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat melalui penggunaan energi yang lebih praktis, aman, dan hemat.
Dalam konferensi pers Update Program Prioritas/PHTC serta Percepatan Fase Pemulihan Permanen Pascabencana Sumatra di Gedung Bakom, Rabu, 5 Agustus 2026, Qodari menjelaskan bahwa pelanggan Jargas mendapatkan pasokan gas secara langsung melalui jaringan pipa. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi membeli, membawa, atau mengganti tabung LPG.
Mekanisme tersebut memungkinkan pelanggan menggunakan gas sesuai kebutuhan dan membayar berdasarkan volume pemakaian yang tercatat pada meter. Selain itu, harga gas cenderung lebih stabil karena tidak bergantung pada distribusi tabung LPG. Kondisi ini sekaligus dapat menekan risiko kelangkaan LPG di tingkat pengecer.
"Pemerintah menjamin keamanan Jargas melalui penggunaan peralatan berstandar, pengujian kebocoran, pemeriksaan teknis, dan pemeliharaan secara berkala," ujar Qodari.
Baca Juga: Pemerintah Perpanjang WFH ASN Satu Hari Sepekan hingga September 2026
Dari aspek ekonomi, Qodari mengatakan penggunaan Jargas berpotensi mengurangi pengeluaran rumah tangga. Dengan perkiraan pemakaian tiga tabung LPG 3 kilogram setiap bulan dan tarif Jargas sekitar Rp4.000 per meter kubik, penghematan yang diperoleh rumah tangga diperkirakan mencapai Rp50.000 hingga Rp80.000 per bulan.
Jika dihitung dalam setahun, penghematan tersebut dapat berada di kisaran Rp600.000 hingga Rp900.000. Besaran penghematan tetap bergantung pada tarif Jargas serta harga LPG yang berlaku di setiap daerah.
Qodari menegaskan pemerintah akan melanjutkan perluasan pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi sumber energi sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
“Pemerintah berharap program Jargas semakin memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penyediaan energi yang lebih praktis, aman, efisien, serta mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional,” tandas Qodari.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari dan Mendagri Tito Karnavian (NTVnews)