Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Kamis 6 Agustus 2026.
Adapun mata uang Garuda naik 22 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp17.911 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah didorong oleh penurunan harga minyak mentah dunia seiring meningkatnya optimisme bahwa Selat Hormuz segera dibuka kembali.
Menurutnya, kembali terbukanya jalur pelayaran strategis tersebut berpotensi meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.
"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS di tengah penurunan harga minyak mentah dunia oleh meningkatnya optimisme bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka Kembali," ucap Lukman kepada Ntvews.id, kamis 6 Agustus 2026.
Baca juga: Rupiah Balik Menguat ke Rp17.972 per Dolar AS
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Baca juga: Rupiah Pada Selasa Dibuka Melemah ke Rp18.029 per Dolar AS
Selain itu, data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 yang lebih kuat dari ekspektasi dinilai juga menjadi faktor pendukung bagi penguatan rupiah.
"Data PDB kuartal II yang lebih kuat dari perkiraan juga masih akan mendukung rupiah," lanjutnya.
Untuk perdagangan hari ini, diperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. (Antara)