Ntvnews.id, Jakarta - BP BUMN bersama Danantara terus melakukan monitoring rutin terhadap proses transformasi PT Pos Indonesia guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Fokus utama dalam proses tersebut adalah pembenahan tata kelola perusahaan agar transformasi berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.
"Yang paling penting sekarang tata kelolanya dibenahi. Jangan sampai ada rekayasa keuangan. Semua proses harus dijalankan dengan benar," ujar COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria dalam keterangan resminya, Kamis, 6 Agustus 2026.
Dony menegaskan bahwa perbaikan tata kelola merupakan fondasi utama untuk membangun perusahaan yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, seluruh proses transformasi harus dijalankan dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Baca juga: AHY Dorong Konsolidasi BUMN untuk Perkuat Pengelolaan Kawasan Industri
Di samping pembenahan tata kelola, Direksi PT Pos Indonesia juga diminta menjaga soliditas organisasi serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh karyawan. Langkah tersebut dinilai penting agar proses transformasi berjalan efektif dan mendapat dukungan dari seluruh insan perusahaan.
Sebagai bagian dari pengawasan, Danantara dan BP BUMN akan terus memantau pelaksanaan transformasi PT Pos Indonesia. Upaya itu dilakukan untuk memastikan perusahaan bergerak menuju kondisi yang lebih sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Melalui penguatan tata kelola, transparansi, dan soliditas organisasi, PT Pos Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kembali kinerjanya sekaligus memperkuat perannya sebagai perusahaan nasional yang menjadi kebanggaan Indonesia.
Baca juga: Legislator Dukung Danantara Usut Dugaan Kecurangan di PT Pos Indonesia
Sebelumnya, Dony mengungkapkan bahwa PT Pos Indonesia telah melaporkan hasil audit berupa penyesuaian pembukuan untuk periode 2023, 2024, dan 2025 senilai Rp9 triliun. Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses pembersihan dan pemulihan catatan keuangan perusahaan.
Sejalan dengan itu, Dony menegaskan transformasi harus dijalankan secara serius dengan menyentuh akar persoalan perusahaan. Salah satu langkah yang ditekankan adalah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap struktur pendapatan, komponen biaya, serta penerapan model bisnis yang lebih tepat dan berkelanjutan melalui pelibatan intercompany guna mempercepat penurunan utang perusahaan.
Ia menambahkan, seluruh langkah perbaikan harus berorientasi pada penguatan fundamental bisnis dan memiliki target yang terukur sehingga dapat dikawal secara konsisten.
(Sumber: Antara)
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria (Antara)