Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan harus ditopang oleh inovasi, investasi, serta kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga dunia usaha dan akademisi.
AHY mengatakan pemerintah tidak dapat menjalankan pembangunan infrastruktur secara sendiri. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dengan kalangan akademisi, industri, serta mitra lainnya menjadi hal penting.
“Pemerintah tidak mungkin sendirian, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, bersama dengan kalangan akademisi, dan industri bisnis,” kata Menko Agus dalam keterangan bersama Indo Water 2026 Expo & Forum di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Ia menambahkan ketahanan air menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam pembangunan nasional. Posisi ketahanan air dinilai sejajar dengan ketahanan pangan dan energi.
Menurut AHY, upaya mencapai swasembada atau ketahanan air tidak seharusnya dipandang sebagai persoalan tambahan. Pemerintah justru menempatkannya sebagai salah satu agenda prioritas pembangunan nasional.
“Presiden Prabowo Subianto meletakkan pangan energi dan air dalam satu derajat yang sama,” katanya.
Baca Juga: AHY Buka Indo Water 2026 Expo & Forum, Satukan Inovasi Teknologi Global
AHY menjelaskan pemerintah memiliki sejumlah strategi untuk mencapai ketahanan air. Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan memperluas akses air bersih di wilayah perkotaan, meningkatkan keandalan infrastruktur irigasi pertanian, melakukan konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS), serta mengoptimalkan penggunaan data analitik yang terintegrasi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Water security bukan hanya menjadi visi, tapi menjadi realitas yang bisa kita nikmati sebagai bangsa yang semakin lanjut dan sejahtera,” ujar Menko AHY.
Sementara itu, PT Napindo Media Ashatama (Napindo) menggelar Indo Water 2026 Expo & Forum bersamaan dengan sejumlah pameran lain, yakni Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, Indo Firex, serta Indonesia International Smart City 2026 Expo & Forum di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, pada awal pekan ini.
Pameran lintas sektor tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, asosiasi, dan mitra internasional. Berbagai solusi yang ditampilkan mencakup sektor air dan air limbah, pengelolaan sampah serta daur ulang, energi terbarukan dan kelistrikan, keamanan, proteksi kebakaran, hingga teknologi kota cerdas.
Area pameran yang mencapai 20.000 meter persegi telah terisi penuh dengan kehadiran lebih dari 700 peserta dari 23 negara.
Baca Juga: Menko AHY Bekali Ribuan Mahasiswa Baru UPN Jakarta Lima Karakter Generasi Masa Depan
Managing Director PT Napindo Media Ashatama mengatakan penyelenggaraan Indo Water tahun ini menjadi salah satu momentum penting bagi Napindo dalam menunjukkan konsistensinya menghadirkan inovasi dan teknologi sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
“Kami ingin menghadirkan platform terintegrasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan, memperluas jejaring, serta membuka peluang bisnis dan investasi di berbagai sektor strategis,” ujarnya.
(Sumber: Antara)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono dalam pembukaan Indo Water 2026 Expo & Forum, yang diselenggarakan bersamaan dengan Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Secu (Antara)