Dicoret dari Indeks MSCI, GoTo: Ini Kabar Kurang Menyenangkan, Tapi...

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Agu 2026, 12:45
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Sejumlah pengemudi ojek online membawa penumpang di Depok, Jawa Barat, Kamis (25/6/2026). Sejumlah pengemudi ojek online membawa penumpang di Depok, Jawa Barat, Kamis (25/6/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menegaskan bahwa kinerja keuangan perseroan tetap berada dalam tren positif selama dua kuartal berturut-turut, dibuktikan dengan raihan laba bersih senilai Rp607,48 miliar sepanjang semester I-2026.

Menanggapi keputusan penyedia indeks global MSCI Inc. yang mengeluarkan GOTO dari indeks sahamnya, pihak perseroan menilai penyesuaian tersebut murni didasari faktor teknis. Kebijakan ini dipicu oleh posisi harga saham GOTO yang menyentuh level terendah di angka Rp50 beserta volume perdagangan yang cenderung rendah, sehingga bukan mencerminkan kemunduran performa fundamental bisnis.

"Kami memperhatikan keputusan MSCI terkait eksklusi GOTO dari indeks sahamnya, dan kami menyadari bahwa ini merupakan kabar yang kurang menyenangkan bagi banyak pemegang saham kami,” ujar Head of Corporate Affairs GoTo Audrey Petriny dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.

Audrey memastikan manajemen bakal terus menjaga komunikasi intensif dengan pihak penyedia indeks sembari memfokuskan operasional perusahaan demi menciptakan nilai tambah bagi para investor.

(Dua dari kiri) Direktur Utama/CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Hans Patuwo memberikan keterangan dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa 19 Maret 2026. (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira) <b>(Antara)</b> (Dua dari kiri) Direktur Utama/CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Hans Patuwo memberikan keterangan dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa 19 Maret 2026. (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira) (Antara)

“Keputusan peninjauan indeks dilakukan secara berkala dan kami akan terus menjalin dialog aktif dengan MSCI. Sementara itu, kami akan tetap fokus mengelola bisnis untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” kata Audrey.

Pencapaian finansial GOTO pada semester I-2026 ini tercatat berbalik arah secara signifikan (turnaround). Perolehan laba bersih Rp607,48 miliar melompati posisi periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perusahaan sempat membukukan rugi bersih hingga Rp580,01 miliar.

Di saat bersamaan, EBITDA Grup yang disesuaikan berhasil melampaui angka Rp1 triliun untuk pertama kalinya. Perseroan pun optimistis berada di jalur yang tepat (on-track) untuk memenuhi target pedoman tahunan dengan porsi EBITDA yang disesuaikan pada rentang Rp3,2 hingga Rp3,4 triliun.

Kinerja positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 28,45 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka pendapatan menembus Rp10,99 triliun per semester I-2026, naik dibandingkan perolehan semester I tahun lalu yang sebesar Rp8,55 triliun.

Pertumbuhan pendapatan tersebut turut diimbangi kenaikan biaya dan beban perseroan sebesar 16,87 persen (yoy) menjadi Rp10,21 triliun, dari yang sebelumnya Rp8,73 triliun. Dari aspek neraca keuangan per 30 Juni 2026, total aset GOTO tercatat berada di level Rp47,47 triliun, seimbang dengan jumlah kumulatif liabilitas dan ekuitasnya.

Eksklusi saham GOTO ini diumumkan melalui MSCI Equity Indexes August 2026 Index Review, di mana dua emiten asal Indonesia dikeluarkan dari jajaran MSCI Global Standard Index. Perubahan struktur portofolio ini dijadwalkan mulai berlaku saat penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 31 Agustus 2026 dan efektif sepenuhnya per 1 September 2026.

 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close