RAPBN 2027 Tetapkan Asumsi Harga Minyak Mentah Indonesia USD 75 per Barel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Agu 2026, 20:41
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026, terkait asumsi dasar ekonomi makro RAPBN 2027. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026, terkait asumsi dasar ekonomi makro RAPBN 2027. (TV Parlemen)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah memperkirakan harga minyak mentah Indonesia sebesar USD 75 per barel dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027. Selain itu, pemerintah menargetkan lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas sebesar 954 ribu barel setara minyak per hari.

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan hal tersebut dalam Pidato Kenegaraan di Rapat Paripurna DPR RI dalam rangka Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

“Harga minyak mentah Indonesia diperkirakan 75 dolar Amerika Serikat per barel. Lifting minyak ditargetkan 610 ribu barel per hari dan lifting gas 954 ribu barel setara minyak per hari,” jelas Prabowo.

Asumsi harga minyak tersebut menjadi bagian dari kerangka ekonomi makro RAPBN 2027. Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan sejumlah asumsi makro lainnya, antara lain pertumbuhan ekonomi tahun 2027 yang ditargetkan mencapai 6 persen, inflasi dijaga pada 2,5 persen, suku bunga SBN 10 tahun diperkirakan 6,9 persen, serta nilai tukar berada pada kisaran Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat.

Baca Juga: Prabowo: Kalau Mereka Tak Mau Bayar dengan Harga yang Kita pasang, Ngga Usah Beli!

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.  <b>(TV Parlemen)</b> Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. (TV Parlemen)

Presiden mengatakan capaian semester pertama 2026 menjadi pijakan pemerintah dalam menyusun RAPBN 2027. Arsitektur RAPBN 2027 didesain tetap ekspansif, kolaboratif, terarah, dan terukur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan kesejahteraan yang lebih cepat.

“Capaian semester pertama tahun 2026 adalah pijakan kita dalam menyusun RAPBN tahun 2027. Untuk itu, arsitektur RAPBN tahun 2027 didesain tetap ekspansif secara kolaboratif, terarah, dan terukur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan sejahtera lebih cepat,” jelas Prabowo.

RAPBN 2027, lanjut Presiden, difokuskan pada delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), yakni kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana; penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa; serta penurunan kemiskinan.

HIGHLIGHT

x|close