SeaBank Raih Laba Rp749,26 Miliar pada Semester I-2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Agu 2026, 13:10
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Ilustrasi - PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp749,26 miliar pada semester I-2026, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026. Ilustrasi - PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp749,26 miliar pada semester I-2026, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Bank SeaBank Indonesia mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp749,26 miliar sepanjang semester I-2026. Kinerja tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan aset perseroan yang mencapai Rp52,97 triliun.

Direktur Utama SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley mengatakan capaian tersebut menunjukkan strategi perusahaan dalam mengembangkan layanan perbankan digital berjalan sesuai arah yang ditetapkan.

"Hasil positif sepanjang Semester I 2026 ini membuktikan bahwa strategi berkesinambungan kami dalam menghadirkan layanan perbankan yang mudah, cepat, dan aman berada di jalur yang tepat," kata Sasmaya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.

Dari sisi penyaluran pembiayaan, kredit SeaBank meningkat 53,1 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp39,81 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penerapan skema direct lending, kerja sama dengan ekosistem digital, serta kemitraan strategis.

Baca Juga5 Tahun Aplikasi SeaBank, Dorong Kemudahan Transaksi Digital bagi Jutaan Masyarakat Indonesia

Meskipun penyaluran kredit tumbuh signifikan, perusahaan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian atau prudential banking. Hal itu tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Gross yang berada di level 1,65 persen. Angka tersebut masih jauh di bawah batas maksimal 5 persen yang ditetapkan regulator.

Pertumbuhan jumlah nasabah juga mendorong peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi Rp41,80 triliun atau naik 47,6 persen secara tahunan.

Dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) masih menjadi komponen terbesar dalam DPK. Nilainya mencapai Rp29,10 triliun atau sekitar 69,6 persen dari total DPK.

Dominasi dana murah tersebut mencerminkan tingginya penggunaan aplikasi SeaBank untuk berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari. Aktivitas tersebut meliputi transfer, pembayaran melalui QRIS, dan pembayaran tagihan rutin.

SeaBank Indonesia merayakan lima tahun perjalanannya sebagai salah satu pelopor layanan perbankan digital di Indonesia <b>(SEA Bank)</b> SeaBank Indonesia merayakan lima tahun perjalanannya sebagai salah satu pelopor layanan perbankan digital di Indonesia (SEA Bank)

Baca JugaBank Indonesia Catat Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.093 Triliun

Pengelolaan biaya dana atau Cost of Fund yang dilakukan perusahaan juga mendukung efisiensi operasional. SeaBank mencatat rasio Cost to Income Ratio (CIR) sebesar 21,1 persen dan Return on Assets (ROA) mencapai 3,9 persen.

"Fokus kami ke depan adalah terus berinovasi pada fitur-fitur transaksi, memperkuat infrastruktur keamanan siber, dan mendorong inklusi keuangan untuk memastikan akses keuangan digital bagi seluruh masyarakat Indonesia," ujar Sasmaya.

Hingga akhir semester I-2026, jumlah pengguna SeaBank telah mencapai 35 juta nasabah. Aktivitas transaksi pengguna juga tercatat tinggi, dengan rata-rata lebih dari 16,8 juta transaksi setiap hari. Pada Juni 2026, nilai transaksi harian SeaBank bahkan mencapai sekitar Rp7,1 triliun.

Dalam rangka memperluas akses layanan, SeaBank membuka Kantor Cabang (KC) di Medan, Sumatera Utara, pada Mei 2026. Kantor tersebut menjadi cabang ke-9 SeaBank di Indonesia.

Kehadiran kantor cabang di Medan ditujukan untuk memperluas akses layanan bagi masyarakat unbanked sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

"Inisiatif ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam menjangkau masyarakat luas melalui inovasi perbankan digital yang praktis dan aman. Kami memposisikan KC Medan sebagai jembatan inklusi yang akan mendorong taraf hidup serta produktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Sumatera Utara," tambah Sasmaya.

Selain memperluas jaringan melalui pembukaan KC Medan pada semester I-2026, SeaBank juga memperoleh pengakuan internasional. Forbes memasukkan SeaBank ke dalam daftar World's Best Banks 2026.

SeaBank terpilih bersama 17 bank asal Indonesia lainnya dari total 410 bank yang masuk daftar bank terbaik dunia tersebut.

Pemeringkatan itu berdasarkan survei independen Forbes yang dilakukan bersama lembaga riset pasar Statista. Survei melibatkan lebih dari 54.000 nasabah di 34 negara dan dilaksanakan pada Oktober-November 2025.

Penilaian Forbes dan Statista menggunakan lima kriteria utama. Aspek dengan bobot tertinggi adalah tingkat kepercayaan nasabah atau trustworthiness, kemudian kemudahan layanan digital, kualitas layanan pelanggan, transparansi biaya dan ketentuan, serta konsultasi keuangan.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close