Menperin: Industri Tekstil Nasional Masih Punya Ruang Pertumbuhan Besar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Agu 2026, 13:43
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih mempunyai peluang untuk terus berkembang. Menurut dia, sektor tersebut tetap menghadapi sejumlah tantangan, tetapi peluang investasi dan ekspansi masih terbuka.

“Industri tekstil dan pakaian jadi memiliki peran yang sangat strategis karena menyerap lebih dari 3,8 juta tenaga kerja. Meski beberapa perusahaan menghadapi tekanan, tetapi pada saat yang sama juga ada investasi baru dan ekspansi usaha. Ini menunjukkan bahwa sektor TPT masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar,” kata Menperin dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.

Agus mengatakan Kementerian Perindustrian akan terus memperkuat kerja sama dengan pelaku industri, asosiasi, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan perkembangan industri TPT di dalam negeri.

“Pemerintah mendukung para pelaku industri tekstil dan produk tekstil dalam meningkatkan daya saing dan memenangkan kompetisi global. Kita wujudkan industri TPT Indonesia yang mampu bertahan menghadapi perubahan serta tumbuh lebih produktif, inovatif, dan berkelanjutan,” pungkas Menperin.

Baca JugaRatusan Buruh Garmen di Cimahi Kena PHK, Begini Penjelasan Menperin

Momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali kontribusi sektor TPT terhadap perekonomian nasional.

Industri tekstil dan pakaian jadi tercatat menyerap lebih dari 3,8 juta tenaga kerja. Sektor tersebut juga menghasilkan nilai ekspor sebesar 4,85 miliar dolar AS pada semester I 2026.

Agus menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa industri tekstil dan pakaian jadi masih mempunyai kontribusi penting terhadap perekonomian Indonesia.

Keyakinan terhadap prospek industri juga didukung oleh capaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Juli 2026. Indeks tersebut berada pada level ekspansi dengan nilai 53,10.

Baca JugaMenperin: Penyerapan Tenaga Kerja Industri Jauh Lebih Besar dari PHK

Menurut Agus, peningkatan kinerja industri TPT perlu diikuti dengan perubahan dan pembaruan dalam proses produksi. Transformasi tersebut diperlukan agar industri dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mempertahankan daya saing.

Untuk mendorong pertumbuhan sektor TPT, Kementerian Perindustrian menjalankan sejumlah kebijakan. Program tersebut mencakup insentif investasi, restrukturisasi, Kredit Industri Padat Karya (KIPK), serta dukungan pembiayaan ekspor melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Pemerintah juga memperkuat kebijakan pengamanan perdagangan, mempercepat penerapan Making Indonesia 4.0, serta mendorong pelaksanaan Standar Industri Hijau.

“Dunia saat ini tidak hanya membeli produknya, tetapi juga melihat bagaimana produk tersebut diproduksi. Maka perlu diingat, keberlanjutan bukan lagi menjadi beban, melainkan keunggulan dalam persaingan global,” tuturnya.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close