Danantara: Restrukturisasi BUMN Karya Perlu Kehati-hatian

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Agu 2026, 20:42
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria (tengah) menyampaikan arahan dalam rapat bersama jajaran direksi BUMN Karya. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria (tengah) menyampaikan arahan dalam rapat bersama jajaran direksi BUMN Karya. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan penerapan prinsip kehati-hatian dalam mengawal proses restrukturisasi BUMN Karya. Kompleksitas masalah yang menumpuk membuat pemulihan BUMN di sektor konstruksi ini memerlukan waktu serta penanganan yang cermat.

“Memang hati-hati sekali. Ini yang memakan waktu, dan yang juga masyarakat harus tahu bahwa problem (BUMN Karya) ini kan sudah cukup lama dan besar. Inilah yang satu per satu (diselesaikan),” kata Dony saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.

Dony merincikan bahwa kerumitan restrukturisasi dipicu oleh dua persoalan utama, yakni liabilitas bernilai jumbo serta gurita anak dan cucu perusahaan yang masing-masing menyimpan masalah finansial.

“Persoalannya itu cukup luas. Pertama bahwa liabilities besar, utangnya besar-besar. Yang kedua, masalahnya ini tidak hanya di level holding, tapi dia punya anak-anak perusahaan yang juga bermasalah. Bisa bayangkan masing-masing punya anak perusahaan lebih dari 20. Jadi dengan begini sebetulnya bisa membayangkan seperti apa kita bekerja menyelesaikan satu per satu,” jelas Dony.
 

Pertimbangan mendalam atas dampak ekosistem menjadi alasan pemerintah tidak mengambil opsi penyelesaian secara instan.

“Tapi kalau kita mau instan tanpa memikirkan dampaknya terhadap orang-orang yang terdampak, itu kan gampang saja. Kita bisa merger-kan, kita pailitkan, dan sebagainya. Tapi kami memikirkan juga dampaknya apa untuk ekosistem yang lainnya. Jadi memang hati-hati sekali,” ujar Dony.

Dinamika hukum serta proyek, seperti isu LRT City hingga gugatan terhadap WIKA Realty, turut memengaruhi batas waktu penuntasan. Dony menargetkan proses restrukturisasi dapat dirampungkan pada akhir tahun ini.

“Ini saya tidak bisa pastikan karena berproses terus. Saya tetap mengupayakan akhir tahun ini sudah selesai. Tetapi dinamika di dalam menyelesaikan ini kan cukup rumit. Teman-teman juga tentu tahu ada (masalah seperti) LRT (City), nanti ada lagi yang (gugatan terhadap) WIKA Realty, ada ini segala macam,” kata dia.

Akibat proses yang berlanjut, rencana penggabungan atau merger BUMN Karya yang semula dijadwalkan pada Juni 2026 terpaksa bergeser.
 

“Yang agak tertunda juga itu di (BUMN) Karya. Karya awalnya kan Juni, yang kemungkinan nanti akan digeser menjadi kuartal keempat,” ujar Dony di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Skema merger tersebut rencananya akan melibatkan tujuh perseroan konstruksi pelat merah, yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), serta PT Nindya Karya (Persero).
 
(Sumber: Antara)
 
 

HIGHLIGHT

x|close