RI dan China Perdalam Sinergi Ekonomi: Dari Sektor Perdagangan hingga Pengembangan AI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Agu 2026, 17:42
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri China Wang Yi (kiri) saat menyampaikan sambutan pada acara Dialog Strategis Komprehensif RI-China dengan Menteri Luar Negeri Sugiono di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Menteri Luar Negeri China Wang Yi (kiri) saat menyampaikan sambutan pada acara Dialog Strategis Komprehensif RI-China dengan Menteri Luar Negeri Sugiono di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (21/8/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan China sepakat untuk memperdalam kerja sama di bidang perdagangan, investasi, penguatan sektor manufaktur, hingga pembentukan organisasi kerja sama internasional untuk kecerdasan buatan (artificial intelligence). Langkah ini diambil guna mendukung target pembangunan yang lebih ambisius bagi kedua negara.

Kesepakatan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam pernyataan bersama Menlu RI Sugiono usai Dialog Strategis Komprehensif (CSD) Indonesia-China di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.

Wang Yi menyampaikan bahwa Indonesia dan China sepakat mempertahankan otonomi strategis, saling mendukung kepentingan secara tegas, serta memperkuat koordinasi terkait pembangunan dan keamanan.

"Kerja sama antara China dan Indonesia akan memberikan jaminan yang kuat bagi modernisasi kedua negara. Kami telah memutuskan untuk meluncurkan Rencana Aksi Lima Tahun China-Indonesia yang akan dilaksanakan mulai 2027 hingga 2030," kata Wang Yi.

Rencana Aksi Lima Tahun tersebut dinilai memegang peranan krusial dalam menghadapi berbagai tantangan situasi di Indonesia. Kedua negara juga berkomitmen membangun kemitraan sumber daya energi hijau yang komprehensif, terbuka, serta selaras dengan kepentingan bersama.

Sektor energi dan mineral turut diperkuat melalui pembentukan Forum Energi China-Indonesia. Forum ini ditujukan untuk membantu Indonesia mengolah keunggulan sumber daya alam (SDA) menjadi motor penggerak industrialisasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, kemitraan bilateral ini merambah sektor pangan dan teknologi pertanian, penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan, hingga perluasan kerja sama di bidang kesehatan, pendidikan, dan pertukaran generasi muda.

"Tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua negara, tetapi juga untuk menyediakan lingkungan bisnis yang adil, transparan, dan baik bagi perusahaan-perusahaan China," tambahnya.

Mengenai sektor maritim, kedua belah pihak sepakat memulihkan kerja sama perikanan dan mengakselerasi pembangunan bersama di kawasan laut. Langkah ini diimbangi dengan dorongan penerapan Kode Etik (Code of Conduct/CoC) Laut China Selatan untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan.

"Kami akan mempercepat kerja sama kelautan, termasuk mendorong proses pengembangan bersama. Kami akan melaksanakan ketentuan terkait Laut China Selatan secara menyeluruh dan berupaya mewujudkan kesepakatan mengenai Laut China Selatan sesegera mungkin," ujar Wang Yi.

(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close