Kebocoran Data Ungkap Dokumen Teknis iPhone 18 Pro dan Chip A20 Pro

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Agu 2026, 17:29
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Tampilan kamera belakang iPhone. Dalam foto ini tampak belakang iPhone 17 Pro. Ilustrasi - Tampilan kamera belakang iPhone. Dalam foto ini tampak belakang iPhone 17 Pro. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kelompok peretas World Leaks dilaporkan berhasil menerobos sistem salah satu perusahaan manufaktur perangkat Apple di India. Dari serangan tersebut, mereka memperoleh data rahasia dalam jumlah besar dan kemudian menyebarkannya melalui dark web.

Dikutip dari Gizchina, Minggu, 23 Agustus 2026, data yang berhasil dicuri berukuran lebih dari 630 GB. Data tersebut terdiri atas lebih dari 200.000 file yang kemudian dipublikasikan di dark web.

Materi yang tersebar mencakup dokumen teknis asli terkait iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Informasi mengenai chip A20 Pro yang dipersiapkan untuk perangkat Apple mendatang serta rincian modem baru juga ikut berada dalam kumpulan data tersebut.

Enam file di antaranya memuat identitas lengkap pemasok yang menangani berbagai komponen penting. Komponen tersebut mencakup prosesor, baterai, hingga kamera.

Baca JugaChipset iPhone 18 Pro Diklaim 18 Persen Lebih Ngebut, Performa Makin Gahar

Selain dokumen teknis, data yang beredar juga berisi foto prototipe iPhone yang sedang menjalani pengujian jatuh. Ada pula dokumen sepanjang 52 halaman yang memuat ketentuan pengendalian kualitas Apple.

Kebocoran tersebut juga mengungkap keberadaan file teknis milik Tesla. Data itu ditemukan karena Tata Electronics, perusahaan manufaktur yang menjadi sumber kebocoran, diketahui memproduksi komponen untuk Apple dan Tesla.

Apple selama ini dikenal sangat membatasi akses pihak eksternal terhadap proses produksi perangkatnya. Kerahasiaan dalam proses tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam strategi perusahaan untuk mempertahankan keunggulan dibandingkan pesaing.

Karena itu, terungkapnya data dalam jumlah lebih dari 630 GB menjadi persoalan serius bagi Apple. Apalagi, insiden tersebut terjadi hanya beberapa bulan sebelum iPhone 18 Pro diperkirakan diperkenalkan.

Baca JugaApple Mulai Uji Chip CXMT, Strategi Baru Hadapi Krisis DRAM iPhone 18

Apple juga disebut mengandalkan iPhone 18 Pro sebagai salah satu produk yang diharapkan mencatat penjualan besar pada tahun ini. Namun, serangan tersebut tidak diarahkan langsung kepada sistem Apple, melainkan menyasar perusahaan yang menjadi mitra manufakturnya.

Kondisi tersebut turut menimbulkan kekhawatiran bagi perusahaan lain yang menggunakan jaringan pemasok dan manufaktur dalam rantai produksinya.

Banyak perusahaan manufaktur menghubungkan sistem operasional sehari-hari dengan jaringan yang digunakan dalam kegiatan produksi. Celah tersebut memungkinkan satu serangan siber membuka akses terhadap informasi rahasia meskipun sistem yang berada langsung di area produksi tidak menjadi sasaran.

Kasus yang menimpa Tata Electronics juga bukan kejadian pertama dengan pola serupa. Pada 2021, Quanta Computer di Taiwan, perusahaan yang memproduksi MacBook untuk Apple, pernah menjadi sasaran serangan peretas dengan karakteristik yang hampir sama.

Untuk sementara, Tata Electronics menyatakan kegiatan operasional perusahaan tetap berlangsung normal. Apple sendiri belum menyampaikan banyak informasi kepada publik. Perusahaan hanya mengonfirmasi bahwa mereka mengetahui insiden tersebut dan menyatakan kekhawatiran terhadap kebocoran yang terjadi.

Walaupun terjadi pencurian data dalam skala besar, jadwal peluncuran iPhone 18 Pro tetap dipertahankan. Perangkat tersebut masih direncanakan meluncur pada akhir 2026 sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close