Strategi Jitu Dorong Penguatan Ekosistem K3 Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Agu 2026, 10:20
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Direktur Bina Pengawasan Ketenagakerjaan dan Pengujian K3 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Muhammad Idham Direktur Bina Pengawasan Ketenagakerjaan dan Pengujian K3 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Muhammad Idham (Direktur Bina Pengawasan Ketenagakerjaan dan Pengujian K3 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Muhammad Idham )

Ntvnews.id, Jakarta - Sebanyak 30 perusahaan dari berbagai sektor industri di Indonesia menerima penghargaan Indonesia QHSE for Business Sustainability Awards 2026 (IQSA Awards 2026) yang digelar oleh Majalah Business Asia Indonesia. Malam Penghargaan IQSA Awards 2026 dilaksanakan di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Jumat (28/8/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan konsistensi perusahaan dalam menerapkan Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE) secara baik, benar, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong terciptanya budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan industri.

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, IQSA Awards 2026 mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional Menuju Keberlanjutan Ekonomi.” Tema tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat penerapan K3 sekaligus mendukung keberlanjutan operasional dan bisnis perusahaan.

Ketua Dewan Juri IQSA 2026, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., mengatakan penyelenggaraan IQSA Awards 2026 memiliki arti penting dalam mendorong budaya keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, lingkungan, dan keberlanjutan bisnis di berbagai sektor industri.

Prof. Indri menilai perkembangan teknologi yang semakin cepat turut membuka peluang baru dalam meningkatkan penerapan K3 di tempat kerja. Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), robotika, otomatisasi, big data, hingga teknologi wearable kini mulai menjadi bagian dari aktivitas pekerjaan sehari-hari.

Disruptive technology tersebut tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi, tetapi juga mengubah cara perusahaan menjalankan pekerjaan, mengambil keputusan, serta mengidentifikasi dan mengelola risiko.

“Dalam konteks Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3, perubahan ini membawa peluang yang sangat besar,” tutur Guru Besar Tetap dibidang ilmu K3, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia ini.

Menurut Prof. Indri, penghargaan IQSA Awards 2026 memiliki beberapa keunggulan yang tidak hanya mendorong budaya Keselamatan tetapi juga memperkuat penerapan standar operasional yang aman dan berkelanjutan dengan penilaian Inovasi dibidang K3.

IQSA Awards 2026 juga merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja secara berkelanjutan, melalui kepatuhan terhadap regulasi, peningkatan kompetensi SDM, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Karena keselamatan kerja bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan budaya yang harus dibangun bersama demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Direktur Bina Pengawasan Ketenagakerjaan dan Pengujian K3 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Muhammad Idham dalam pidato kuncinya menilai penyelenggaraan IQSA Award 2026 dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendorong perusahaan melihat dan mengevaluasi potret penerapan K3 di lingkungan kerja masing-masing.

Ia juga menyinggung masih terbatasnya jumlah perusahaan yang menerapkan standar sistem manajemen K3. Hingga saat ini, jumlahnya baru berkisar 19 ribu perusahaan.

“Padahal, penerapan standar seperti SMK3 maupun standar internasional bidang keselamatan dan kesehatan kerja seharusnya tidak hanya berhenti pada sertifikasi. Seluruh aspek, mulai dari metode, peralatan hingga implementasi di lapangan, harus terus dievaluasi,” tuturnya.

Sementara itu Wakil Ketua Dewan Juri IQSA 2026, Dr. Ir. Patuan Alfon Simanjuntak, MM, MKKK, IPU, ASEAN Eng menyampaikan bahwa selama penjurian dalam kurun waktu 2 bulan terakhir, dewan juri menyimpulkan bahwa para peserta IQSA 2026 secara umum sudah memahami dan menerapkan aspek QHSE di dalam operasional perusahaannya secara baik dan optimal.

Namun Alfon mengingatkan agar para pemenang IQSA 2026 tidak lantas berpuas diri, karena upaya QHSE harus diwujudkan secara konsisten dan improvement terus dilakukan dengan tidak mengenal batas waktu.

“Mari kita bersama menjadikan QHSE sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari guna mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat dan produktif bagi semua,” tuturnya.

Ketua Penyelenggara IQSA Awards 2026, Juanda Jafar menambahkan bahwa IQSA Awards 2026 diberikan kepada perusahaan yang telah mengimplementasikan aspek QSHE dengan baik dan benar serta berkelanjutan. Penghargaan bergengsi ini juga diberikan kepada individu yang selama ini mendedikasikan dirinya bagi kemajuan QSHE di perusahaannya masing-masing.

“IQSA Awards 2026 merupakan momentum yang sangat penting untuk memperkuat komitmen bersama didalam mewujudkan tempat kerja yang aman, sehat, dan produktif di seluruh sektor dan industri di tanah air,” ujar Juanda yang juga merupakan CEO Majalah Business Asia Indonesia.

Juanda berharap penghargaan IQSA Awards 2026 dapat menjadi motivasi sekaligus inspirasi bagi seluruh organisasi/perusahaan untuk terus meningkatkan komitmen dalam penerapan budaya K3, sehingga terciptanya tempat kerja yang aman, sehat, produktif, dan berdaya saing serta memastikan kelangsungan operasi yang ekselen.

HIGHLIGHT

x|close