100 Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Dapat Pembiayaan hingga Rp500 Juta dari Bank Jakarta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Sep 2026, 16:10
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bank Jakarta mengggelar Akad Kredit Massal yang diikuti oleh 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Selasa 1 September 2026. Bank Jakarta mengggelar Akad Kredit Massal yang diikuti oleh 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Selasa 1 September 2026. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Bank Jakarta mengggelar Akad Kredit Massal yang diikuti oleh 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Selasa 1 September 2026.

Akad tersebut disaksikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan para pemangku kepentingan.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, program tersebut bukan sekadar kegiatan penyaluran kredit, tetapi merupakan bagian dari upaya Bank Jakarta membangun akses keuangan yang semakin luas bagi pelaku usaha mikro agar dapat berkembang dan naik kelas.

"Kami tidak ingin pedagang yang sibuk mencari bank. Bank Jakarta yang harus semakin dekat dan hadir di tengah-tengah pedagang," ujar Agus, Selasa 1 September 2026.

Baca juga: Pembiayaan Bank Jakarta Bikin Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Untung Berlipat

Ia menyebut, Bank Jakarta saat ini telah memiliki 243 Sentra Mikro yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta, sehingga layanan pembiayaan dapat semakin dekat dengan pasar dan pusat-pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut Agus, keberadaan Sentra Mikro menjadi bagian penting dari strategi Bank Jakarta untuk membangun kedekatan dengan pelaku usaha sekaligus memahami karakteristik dan kebutuhan pembiayaan masing-masing ekosistem.

Hingga Juni 2026, Bank Jakarta telah menyalurkan pembiayaan kepada pedagang pasar di berbagai wilayah Jakarta dengan total outstanding sekitar Rp326 miliar kepada 2.388 debitur.

Khusus di Pasar Induk Kramat Jati, penyaluran kredit Bank Jakarta telah mencapai plafon sekitar Rp48 miliar kepada 167 pedagang.

Potensi pengembangan pembiayaan di kawasan tersebut masih sangat besar. Pasar Induk Kramat Jati memiliki lebih dari 5.000 tempat usaha dan menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan penting di Jakarta.

Baca juga: Rano Karno Optimistis Program Pembiayaan Bank Jakarta Perkuat Ekonomi Pedagang Pasar

Bank Jakarta menyediakan pilihan pembiayaan mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga pembiayaan non-KUR dengan plafon sampai dengan Rp500 juta, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas usaha masing-masing pelaku usaha.

Program tersebut dirancang untuk memperluas akses terhadap pembiayaan formal yang sehat dan terjangkau.

Agus menegaskan bahwa keberhasilan program pembiayaan mikro Bank Jakarta tidak semata-mata diukur dari besarnya kredit yang disalurkan.

"Bagi Bank Jakarta, keberhasilan bukan diukur dari seberapa besar kredit yang kami salurkan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika pembiayaan tersebut membuat usaha pedagang berkembang, omzet bertambah, lapangan kerja tercipta, dan semakin banyak UMKM Jakarta naik kelas," ujarnya.

Ke depan, Bank Jakarta akan terus mengembangkan hubungan dengan pedagang pasar melampaui pembiayaan.

Baca juga: Dukung Penanganan Sampah, Bank Jakarta Bangun Biodigester Komunal di Rorotan dan Rawa Badak Jakut

Pelaku usaha akan didorong untuk semakin terhubung dengan layanan keuangan formal, memanfaatkan transaksi digital, serta memiliki pengelolaan keuangan yang semakin baik.

Dengan demikian, akses terhadap produk dan layanan keuangan dapat berkembang seiring dengan pertumbuhan usaha mereka.

Strategi tersebut sekaligus diarahkan untuk memberikan alternatif pembiayaan formal yang lebih sehat dan terjangkau serta mengurangi ketergantungan pelaku usaha terhadap sumber pembiayaan informal yang umumnya memiliki biaya lebih tinggi.

Program ini juga memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya, dan Bank Jakarta dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

HIGHLIGHT

x|close