Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan terlambat membayar cicilan utang pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kepada bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Adapun cicilan pertama utang tersebut dijadwalkan jatuh tempo pada 25 September 2026.
Purbaya mengatakan pemerintah telah menyiapkan komitmen pembayaran cicilan sebesar Rp40 triliun setiap tahun selama enam tahun ke depan.
"Kita setiap bayar Rp40 triliun cicilan dengan kesiapan perbankannya. Jadi nggak akan ada keterlambatan pembayaran, cicilan pemerintah keutang KDMP. Jadi kita harus menjaga kondisi sistem perbankan kita," ucap Purbaya, Rabu 2 September 2026.
Baca juga: Purbaya Minta Traktir Destry Usai Sah Jadi Gubernur BI
Mengenai kesiapan dana untuk pembayaran cicilan tersebut, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah memiliki dananya.
"Uangnya kan udah ada," jelas Purbaya.
Purbaya juga memastikan tidak akan terjadi kredit macet terkait pembiayaan tersebut.
Menurutnya, pemerintah akan menyiapkan mekanisme khusus untuk memastikan seluruh kewajiban dapat berjalan dan dibayarkan dengan lancar.
"Nanti kita akan carikan cara khusus untuk memastikan semuanya bisa berjalan dengan lancar," ungkapnya.
Bendahara Negara itu memastikan kewajiban pemerintah yang harus dibayar dapat dipenuhi sesuai komitmen.
"Yang jelas, tahun kedua harus udah rapih semua," bebernya.
Baca juga: Kejar Ekonomi 6 Persen di 2027, Purbaya Target Investasi Tumbuh 7 Persen
Dalam hal ini, Purbaya memastikan pemerintah memiliki kemampuan bayar yang besar dengan kepemilikan uang tunai atau cash mencapai Rp500 triliun.
"Uang saya sekarang Rp500 triliun lebih cash nya sekarang," tandasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan terlambat membayar cicilan utang pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kepada bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)