Proyeksi IHSG Jumat 4 September 2026 dan Rekomendasi Saham, ada ASII dan BMRI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Sep 2026, 06:56
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pengunjung melintas di samping layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026). Ilustrasi - Pengunjung melintas di samping layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat, 4 September 2026. 

IHSG tercatat menguat 1,09 persen ke level 6.667 pada penutupan perdagangan sebelumnya, Kamis 3 September 2026. 

Penguatan IHSG telah mencapai target yang sebelumnya diproyeksikan. Selain itu, pergerakan indeks mulai menutup area gap yang terbentuk pada perdagangan sebelumnya.

"Penguatan IHSG pun sudah mencapai target yang kami sampaikan dan mulai menutup area gap," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Jumat 4 September 2026.

Baca juga: IHSG Kamis Dibuka Menguat ke Level 6.632

Secara teknikal, dimperkirakan posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave v dari wave (c). Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan memiliki peluang untuk kembali menguat dan menguji area 6.681-6.714.

Meski demikian, investor untuk tetap mencermati risiko koreksi dalam jangka pendek. IHSG diperkirakan berpotensi terkoreksi menuju area 6.649-6.669.

Untuk level teknikal, IHSG diproyeksi di level support 6.561 dan 6.476. Sementara itu, level resistance berada di 6.705 dan 6.755.

Sejalan dengan proyeksi tersebut, sejumlah rekomendasi saham yang dapat dicermati diantaranya PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA).

Pada perdagangan sebelumnya, ASII menguat cukup signifikan sebesar 4,34 persen menjadi 5.050. Penguatan tersebut juga disertai dengan munculnya volume pembelian.

Diperkirakan posisi ASII saat ini berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [c]. Investor dapat mempertimbangkan strategi Trading Buy pada rentang 4.940-5.000.

Target harga yang ditetapkan berada di 5.125 dan 5.200, dengan batas risiko atau stoploss di bawah 4.920.

Baca juga: Proyeksi IHSG Kamis 3 September 2026 dan Rekomendasi Saham, Ada ARCI hingga BRMS

Saham BMRI tercatat menguat 2,29 persen ke level 4.460. Selain mengalami penguatan, pergerakan saham masih didominasi oleh volume pembelian.

Diperkirakan BMRI saat ini berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [c]. Strategi yang diberikan adalah Buy on Weakness, sehingga investor disarankan memanfaatkan pelemahan harga untuk melakukan pembelian.

Area pembelian yang direkomendasikan berada di 4.390-4.430.

MNC Sekuritas menetapkan target harga BMRI di 4.510 dan 4.590, sementara stoploss berada di bawah 4.320.

Saham BNBR memang tercatat mengalami koreksi 0,99 persen ke level 100. Namun, koreksi tersebut justru disertai dengan munculnya volume pembelian.

Secara teknikal, posisi BNBR diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [d] dari wave B pada pola triangle. 

Investor dapat melakukan Trading Buy pada rentang 98-100. Target harga yang diberikan adalah 105 dan 109, dengan stoploss di bawah 97.

Saham CDIA tercatat menguat 1,45 persen ke level 700. Penguatan tersebut juga didukung oleh munculnya volume pembelian. Diperkirakan posisi CDIA saat ini berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C. 

Untuk strategi perdagangan, Buy on Weakness pada level 675-695. Target harga CDIA dipatok di 745 dan 785, sedangkan batas risiko ditetapkan dengan stoploss di bawah 655.

x|close