Soroti Bahaya Kognitif AI, Kolaborasi Teknologi dan Governance Jadi Kunci Masa Depan Industri Kesehatan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Sep 2026, 14:05
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Program Merah Putih Nusantara TV. Program Merah Putih Nusantara TV.

Ntvnews.id, Jakarta - Kehadiran teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di berbagai lini kehidupan ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi menawarkan efisiensi tinggi, namun di sisi lain menyimpan ancaman nyata jika manusia kehilangan kendali dan sepenuhnya bergantung pada teknologi.

AC Mahendra K. Datu, Innovation Designer yang hadir mengenakan kacamata dan jas abu-abu, mengingatkan masyarakat agar tidak terlena dengan kepraktisan yang ditawarkan AI. Menurutnya, esensi dari kecerdasan buatan sebenarnya adalah kognisi buatan (artificial cognitive).

"Jangan sampai manusia itu memakai otaknya jadi berkurang kognitifnya, jadi tidak ada karena semuanya diserahkan dan membiarkan semuanya dikerjakan oleh AI," ujar Mahendra dalam program Merah Putih di Nusantara TV.

Mahendra menekankan pentingnya menjaga esensi pendidikan manusia yang sejatinya bertujuan untuk melatih proses berpikir kritis.

Baca JugaKapolri Soroti Peran Strategis Media di Era Artificial Intelligence

"Kenapa kita sekolah dari SD sampai kuliah, itu sebenarnya tujuannya yang satu: kita belajar berpikir (learn how to think). Jangan sampai itu pun diambil oleh AI lalu kita menjadi not learning society di mana peradaban kita mungkin akan punah di sana," tuturnya.

Namun dia mengingatkan audiens untuk tetap memegang kendali penuh sebagai manusia.

Peluang Besar di Sektor Kesehatan

Di sisi lain, potensi pemanfaatan teknologi yang terarah justru menjadi peluang emas bagi Indonesia, khususnya di sektor kesehatan. Erwin Tenggono, praktisi industri kesehatan yang hadir berkacamata dengan setelan jas hitam, menjelaskan bahwa adopsi AI di bidang medis saat ini masih berada di tahap awal (early adoption).

Baca JugaHak Cipta Berita dan Artificial Intelligence: Tantangan Baru di Era Digital

"Industri kesehatan is early adoption, sementara Indonesia adalah pasar yang sangat besar (very big market)," jelas Erwin.

Menurut Erwin, skala pasar Indonesia yang masif merupakan modal utama karena teknologi selalu berbicara tentang kemampuan untuk dikembangkan atau diskalakan (scalable).

Namun, ia menggarisbawahi satu syarat mutlak agar adopsi ini berhasil membawa dampak positif bagi dunia.

"Kita harus punya tata kelola (governance) yang baik. Kalau Indonesia bisa di-scale dengan baik dan di-govern dengan baik, Indonesia akan menjadi contoh dunia yang tidak dimiliki banyak negara," tegas Erwin.

Ia juga menyerukan pesan optimistis kepada para pelaku industri dan investor teknologi kesehatan tanah air untuk tidak menyerah dan terus menanamkan modal di sektor ini.

x|close