Waspada Modus Kloning Suara AI, Praktisi Perbankan Ungkap Strategi Jaga Keamanan Nasabah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Sep 2026, 14:39
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Program Merah Putih Nusantara TV Program Merah Putih Nusantara TV (NTV)

Ntvnews.id, Jakarta - Kemajuan teknologi AI yang kian pesat tidak hanya membawa kemudahan bagi sektor perbankan, tetapi juga melahirkan tantangan baru berupa kejahatan siber yang semakin canggih.

Salah satu ancaman paling nyata yang kini diwaspadai adalah teknologi kloning suara berbasis kecerdasan buatan.

Praktisi perbankan nasional, David Chandrawan membeberkan bagaimana industri perbankan kini harus memperkuat benteng pertahanan siber (cyber security) menggunakan AI guna memproteksi data nasabah secara maksimal.

Langkah ini krusial mengingat verifikasi identitas perbankan yang selama ini mengandalkan komunikasi suara lewat telepon kini rentan dimanipulasi.

"Di perbankan ini kan kadang-kadang suka membutuhkan identifikasi persamaan data dengan cara telepon begitu dengan menggunakan suara. Saat ini suara ini kan sudah bisa diganti dengan AI," ungkap David dalam program Merah Putih Nusantara TV.

Edukasi Detail dan Blokade Situs Palsu

Guna mengantisipasi celah keamanan tersebut, David menjelaskan bahwa pihak bank melakukan edukasi yang sangat mendalam kepada nasabah.

Baca Juga: Pendingin Perdana Pakai Teknologi AI di Indonesia

Edukasi tersebut mencakup pengenalan nomor telepon resmi bank hingga format alamat email resmi yang digunakan oleh institusi keuangan.

Tidak hanya memberikan penyuluhan, perbankan juga secara berkala menguji kesiapan nasabahnya sendiri melalui simulasi serangan siber buatan.

"Kita beberapa kali juga menguji dengan uji phishing kepada nasabah-nasabah kita. Kalau dia ngeklik, wah berarti masih belum teredukasi, edukasinya perlu ditingkatkan," jelas David

Selain itu, industri perbankan juga melakukan tindakan preventif proaktif dengan membeli semua domain atau platform internet yang memiliki nama plesetan mirip dengan nama bank resmi.

Langkah detail ini memastikan jika ada nasabah yang salah mengetik alamat situs, mereka akan langsung dialihkan (redirect) ke situs transaksi yang aman dan sah.

Sentuhan Manusia Tetap Tak Tergantikan

Meski teknologi AI mampu mendongkrak pendapatan korporasi, memangkas biaya, dan mempercepat operasional bisnis, David sepakat dengan pandangan Innovation Designer AC Mahendra K. Datu mengenai batasan AI.

Sektor perbankan tidak boleh bergantung sepenuhnya pada mesin.

Baca Juga: NTV MERAH PUTIH: Target Ekonomi 8 Persen, Ekonom: Prabowo Harus jadi Super Leader dan Didukung Super Team

"AI membantu mempermudah, mempercepat, membuat lebih ekonomis dari skala bisnis, dan meningkatkan pendapatan tentunya secara korporasi. Tapi sentuhan manusia (people) seperti yang Pak Mahendra bilang, kita tidak boleh sangat mengandalkan itu. Harus ada sentuhan emosional supaya AI-nya ada jiwanya atau rohnya," pungkas David.

Langkah ini dinilai sangat penting demi menjaga loyalitas konsumen dalam ekosistem perbankan Indonesia agar tidak berpindah ke institusi perbankan negara tetangga.

x|close