Di CIEIE 2026, ICMI Siapkan 10 Rekomendasi Ekonomi dari Pangan hingga UMKM

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Sep 2026, 18:01
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
China (Indonesia) International E-Commerce Industry Expo (CIEIE) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. China (Indonesia) International E-Commerce Industry Expo (CIEIE) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Ntvnews.id, Jakarta - Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) menyiapkan 10 rekomendasi hasil Rembuk Ekonomi Nasional yang digelar dalam rangkaian China (Indonesia) International E-Commerce Industry Expo (CIEIE) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Rekomendasi tersebut membahas sejumlah isu ekonomi, terutama penguatan ketahanan pangan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemanfaatan teknologi, serta penguatan kerja sama ekonomi dengan negara lain.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq.

Wamenko Hanif mengatakan, Rembuk Ekonomi Nasional menjadi ruang untuk bertukar gagasan dan mencari solusi atas berbagai persoalan ekonomi dan pangan.

"Tadi kita mencoba diskusi, masing-masing menyampaikan insight-nya bagaimana Rembuk Ekonomi Nasional ini kita susun, terutama fokus kepada ketahanan pangan,” ucap Hanif, Jumat 4 September 2026.

Baca juga: Muswil ICMI Jawa Timur Digelar Besok di Unair, Bahas Peran Intelektual Muslim hingga Pilih Ketua Baru

Hanif menyatakan pemerintah menunggu 10 rekomendasi yang disusun ICMI untuk menjadi salah satu masukan dalam menentukan kebijakan.

“Kami sangat antusias menunggu terbitnya 10 rekomendasi dari ICMI pada hari ini,” lanjutnya.

Ia mendorong kerja sama Indonesia dengan China tidak hanya dilakukan melalui diskusi dan pameran di Jakarta.

Menurutnya, teknologi yang diperoleh dari kerja sama tersebut perlu diterapkan langsung di daerah sentra produksi pangan.

“Kegiatan fisiknya sebenarnya ada di lapangan. Jadi ada di provinsi-provinsi di mana ketahanan pangan memiliki khas tertentu,” ujarnya.

Ia mencontohkan sejumlah daerah memiliki kekuatan pada komoditas berbeda, seperti padi, tebu, kakao, dan kopi. Karena itu, teknologi yang ditawarkan dalam kerja sama dengan China perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Baca juga: ICMI Serukan Persatuan dan Dialog Damai di Tengah Gelombang Aksi

Sementara itu Wakil Ketua Umum ICMI Teuku Abdullah Sanny mengatakan, ICMI juga akan memperluas kerja sama ekonomi dengan negara lain, termasuk India dan Rusia.

“Ke depan, kita juga akan bekerja sama bukan hanya dengan China. Insyaallah, kita akan bekerja sama dengan India, negara yang juga memiliki jumlah penduduk besar, serta Rusia,” kata Teuku.

Menurut Teuku, kerja sama tersebut dapat mencakup perdagangan, teknologi, pembiayaan, hingga pengembangan produk. ICMI juga akan menghimpun hasil kerja sama dan pembahasan dalam sebuah buku yang akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Buku tersebut akan kita ajukan kepada Presiden, Bapak Prabowo. Dengan demikian, pemerintah dapat menentukan kebijakan yang perlu dilakukan supaya UMKM tumbuh besar,” ujarnya.

Selain ketahanan pangan, ICMI mendorong pengembangan UMKM melalui kerja sama internasional. Pelaku usaha Indonesia diharapkan dapat memperoleh akses terhadap pasar, teknologi, dan pembiayaan.

Kemudian melihat industri halal, khususnya makanan halal, sebagai salah satu sektor yang dapat dikembangkan melalui kerja sama Indonesia dengan China dan negara lainnya.

Di sisi lain, penguatan perdagangan digital juga didorong agar pelaku usaha Indonesia lebih mudah terhubung dengan pasar internasional.

“Tugas ICMI adalah mengolaborasikan semuanya menjadi suatu sistem yang bagus, membangun sistem e-commerce yang bagus, serta membangun ekosistem digital yang baik,” kata Teuku.

Adapun China (Indonesia) International E-Commerce Industry Expo (CIEIE) 2026 resmi digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, pada 3-5 September 2026.

Pameran ini tidak hanya mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok, tetapi juga membuka peluang kerja sama teknologi, inovasi, hingga pengembangan sumber daya manusia.

x|close