Cerita di Balik 'Omong Gede' Purbaya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Sep 2026, 18:25
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa belum memastikan penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) pada tahun depan. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa belum memastikan penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) pada tahun depan. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara saat sempat dicap sombong saat berupaya membangun ekspektasi pasar terhadap makroekonomi.

Awalnya Purbaya mengatakan, saat mulai menjabat sebagai Menteri Keuangan, Indonesia baru saja menghadapi aksi demonstrasi besar-besaran. 

Kondisi tersebut membuatnya harus segera mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap perekonomian nasional.

Menurut Purbaya, salah satu cara yang ditempuh adalah membangun ekspektasi positif di tengah masyarakat dan pelaku pasar. 

"Pertama kan waktu saya jadi menteri itu kan kita baru menghadapi demo besar, saya mesti kembalikan confidence ke masyarakat secepat-cepatnya," ucap Purbaya, Selasa 8 September 2026. 

Baca jugaSetahun Jadi Menteri Keuangan, Berat Badannya Purbaya Turun 14 Kg

"Caranya bagaimana saya terapkan apa pengetahuan yang sudah disebut saya pernah belajar macroeconomics of self-fulfilling prophecies. Jadi kita membentuk ekspektasi, dari ekspektasi itu nanti biasanya ekonomi yang berjalan ke arah sana," lanjutnya.

Namun, Purbaya mengakui membangun ekspektasi positif dalam waktu singkat bukan perkara mudah. Karena itu, ia memilih lebih banyak berbicara mengenai prospek ekonomi ke depan. 

"Dalam waktu dekat kan susah untuk itu. Ya terpaksa saya omong gede, yang dibilang orang sombong, 'itu Purbaya sombong banget.' Itu bukan sombong, tapi desain untuk membentuk ekspektasi ke depan, ke arah yang positif," lanjutnya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara saat sempat dicap sombong saat berupaya membangun ekspektasi pasar terhadap makroekonomi.  <b>(Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)</b> Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara saat sempat dicap sombong saat berupaya membangun ekspektasi pasar terhadap makroekonomi. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Purbaya menjelaskan, ekspektasi masyarakat dan investor memiliki pengaruh terhadap aktivitas ekonomi. 

Menurutnya ketika masyarakat percaya kondisi ekonomi akan membaik, mereka akan lebih berani berbelanja. Begitu pula investor dan perusahaan yang akan lebih percaya diri melakukan investasi dan ekspansi.

Sebaliknya, apabila seluruh pihak memiliki ekspektasi bahwa ekonomi akan mengalami resesi, kondisi tersebut justru dapat mendorong resesi benar-benar terjadi.

Baca jugaPurbaya Sebut Cicilan Utang Whoosh Rp1 Triliun per Tahun, Tenor 80 Tahun

"Kalau semua berpikir ekonomi akan bagus nanti kenyataannya akan cenderung bagus. Investor nggak takut investasi, masyarakat tidak takut belanja, perusahaan pun tidak takut ekspansi, karena mereka pikir ekonomi akan membaik ke depan," kata Purbaya.

"Tapi kalau semua berpikir ekonomi akan meresesi, ekonomi bisa betul-betul resesi. Kenapa? Karena investor takut ekspansi, masyarakat takut belanja karena untuk hemat," sambungnya.

Purbaya mengatakan kondisi tersebut dapat menciptakan perlambatan ekonomi yang semakin dalam. Karena itu, ia berupaya membalikkan ekspektasi negatif menjadi optimisme dengan menyampaikan prospek ekonomi yang positif sekaligus menjalankan kebijakan yang mendukung pertumbuhan.

"Akibatnya kita melambat terus, bisa spiral bawah. Itu yang saya coba balik dengan tadi, di depan agak sombong kata orang-orang tertentu, tapi bukan. Itu adalah satu strategi untuk membentuk ekspektasi ke depan. Kemudian kita taruh kebijakan yang bagus-bagus supaya ekonominya bisa bertumbuh," tutupnya.

x|close