Perkuat Hilirisasi, Rosan Dukung Pabrik Olahan Kelapa Morowali

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Sep 2026, 22:42
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM atau CEO Danantara Rosan Roeslani Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM atau CEO Danantara Rosan Roeslani (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta -Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mendukung penuh pengoperasian industri pengolahan kelapa terintegrasi PT Freenow Food Industry di Morowali, Sulawesi Tengah. Proyek dengan total rencana investasi mencapai Rp776 miliar (sekitar 47 juta dolar AS) ini diproyeksikan bakal menyerap hingga 2.900 tenaga kerja.

Menteri Rosan menegaskan bahwa peresmian fasilitas operasional yang berlangsung pada 7 September 2026 tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas jangkauan hilirisasi sektor perkebunan nasional.

"Investasi ini merupakan langkah penting dalam mendorong hilirisasi komoditas kelapa nasional. Kita berharap kehadiran Freenow tidak hanya memberikan nilai tambah terhadap komoditas kelapa Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan petani kelapa, serta memperkuat ekosistem industri pengolahan kelapa di Indonesia,” ujar Menteri Rosan dalam pernyataan resmi di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
 

Pembangunan industri pengolahan ini dirancang secara bertahap dari hulu ke hilir. Pada tahap awal, pabrik difokuskan untuk mengolah santan, air kelapa konsentrat, minyak kelapa, serta arang tempurung. Selanjutnya, perusahaan akan mengembangkannya ke produk bernilai tambah lebih tinggi seperti susu kelapa dan minuman siap saji untuk komoditas ekspor.

Seluruh bagian kelapa mulai dari daging, air, tempurung, hingga sabut akan dimanfaatkan sepenuhnya (zero waste). Di fase pertama, PT Freenow Food Industry menargetkan penyerapan bahan baku hingga 184 ribu ton kelapa per tahun. Begitu beroperasi secara penuh, kebutuhan bahan baku diperkirakan melonjak hingga setara 500 juta butir kelapa per tahun dengan melibatkan sampai 10.000 petani serta masyarakat setempat.

Menteri Rosan yang juga menjabat sebagai CEO Danantara menekankan pentingnya kemitraan yang sehat antara industri dan rantai pasok lokal melalui jaminan harga beli yang adil, dukungan reboisasi/peremajaan kebun rakyat, serta pelibatan UMKM daerah.

"Pemerintah Indonesia akan terus memberikan dukungan demi menciptakan iklim investasi yang semakin baik sehingga para investor dapat tumbuh bersama Indonesia dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” lanjut Menteri Rosan.
 
 
(Sumber: Antara)
 
x|close