Sidak ke LNSW, Purbaya Siapkan AI untuk Buru Pajak yang Terlewat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Sep 2026, 15:41
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Lembaga National Single Window (LNSW), Rabu 9 September 2026. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Lembaga National Single Window (LNSW), Rabu 9 September 2026. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Lembaga National Single Window (LNSW), Rabu 9 September 2026.

Lembaga ini berperan penting dalam mengelola Sistem Indonesia National Single Window (INSW), sistem terpadu yang mengintegrasikan berbagai dokumen ekspor, impor, dan logistik nasional secara elektronik.

Purbaya mengatakan, sebelumnya database yang dikumpulkan di LNSW belum terintegrasi secara optimal. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam mengolah keseluruhan data.

“Sebelumnya kan kita sudah punya database di sini yang dikumpulkan di LNSW. Sebelum-sebelumnya saya lihat belum ada proses terintegrasi. Kalau banyak data dikerjakan manual susah sekali dengan program pun agak sulit,” ucap Purbaya, Rabu 9 September 2026.

Baca juga: Purbaya Ungkap Alasan Presiden Prabowo Ingin Semua Warga Punya Rekening BRI-BSI

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Purbaya mengatakan Kemenkeu tengah mengembangkan aplikasi dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). 

Nantinya teknologi tersebut akan digunakan untuk membantu menganalisis berbagai potensi penerimaan negara melalui perbaikan sistem pengolahan data.

Menurut Purbaya, LNSW memiliki basis data yang kuat untuk membantu Kemenkeu melakukan analisis dan mendeteksi potensi penerimaan pajak. 

Dengan integrasi data, potensi penerimaan yang sebelumnya luput diharapkan dapat diketahui lebih awal dengan tingkat akurasi yang tinggi.

"Jadi segala potensi pajak dan potensi cukai yang terlewat bisa terdeteksi lebih awal di sini. Hasilnya memang seperti itu. Artinya, akurasinya cukup tinggi," lanjunya.

Baca juga: Cerita di Balik 'Omong Gede' Purbaya

Purbaya menambahkan, sistem tersebut juga dapat digunakan untuk melihat potensi kekurangan pembayaran pajak dari masing-masing perusahaan. Data tersebut nantinya dapat ditelusuri untuk melihat kondisi dalam beberapa tahun ke belakang.

Dengan pemanfaatan data secara terintegrasi, pemerintah akan memiliki kemampuan lebih besar untuk mengawasi kepatuhan perusahaan dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

"Ke depan tidak ada yang bisa main-main lagi. Kita akan memonitor itu dengan lebih teliti. Kita akan memakai semua data yang ada secara terintegrasi dengan memanfaatkan AI dan big data," tandasnya.

x|close