Ntvnews.id, Jakarta - Meta resmi memperkenalkan Muse, agen kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terbarunya yang dirancang untuk membantu pengguna mengurusi berbagai pekerjaan harian, mulai dari berbelanja, mengelola surat elektronik (email), hingga menyusun rencana perjalanan secara mandiri.
Mengutip laporan Engadget dikutip Rabu, 9 September 2026, Muse dibekali kemampuan yang jauh lebih fleksibel dibandingkan Meta AI. Jika Meta AI umumnya sebatas menjawab pertanyaan atau memproses perintah tunggal, Muse sanggup mengeksekusi tugas-tugas beruntun yang kompleks hanya melalui satu instruksi awal dari pengguna.
Pengguna cukup menyampaikan instruksi akhir yang diinginkan. Selanjutnya, Muse akan menyusun skenario kerja, mengatur alokasi waktu, mengelola sumber daya, dan mengeksekusi perintah tersebut secara otomatis tanpa perlu terus-menerus dipandu.
Laju kerja Muse ditopang oleh integrasi akses. Agen AI ini dapat terhubung ke berbagai platform ekosistem Meta serta aplikasi pihak ketiga, seperti Google Workspace, Ticketmaster, OpenTable, Spotify, hingga Apple Health.
Sebagai contoh, Muse dapat mengumpulkan video resep yang disimpan pengguna di Instagram dan Facebook, merangkumnya menjadi teks yang rapi, mencatat daftar bahan yang dibutuhkan, membandingkan harga di pasar, hingga memproses pemesanan barang secara daring.
Seiring tingginya fleksibilitas yang ditawarkan, Meta menyiagakan lapisan keamanan terintegrasi demi melindungi data privasi pengguna. Muse diwajibkan meminta konfirmasi persetujuan pengguna sebelum mengeksekusi tindakan berisiko tinggi, seperti mengirim email atau menyelesaikan transaksi keuangan. Sementara itu, tugas harian berisiko rendah dapat dijalankan secara otomatis.
Dalam hal kerahasiaan data, Meta memberi opsi bagi pengguna untuk menolak pemanfaatan riwayat percakapan sebagai bahan pelatihan AI. Perusahaan juga menjamin bahwa isi komunikasi pengguna dengan Muse tidak akan disebarkan ke sistem periklanan.
Dari segi infrastruktur teknis, Muse dioperasikan dalam mesin virtual khusus (isolated virtual machine) guna memastikan pembatas data antarpengguna tidak saling tumpang-tindih. Kendati demikian, Meta mengakui bahwa potensi kekeliruan sistem tetap ada, sehingga pengamanan bertingkat disiapkan untuk menekan dampak risiko tersebut.
Ke depan, Meta berencana mengintegrasikan Muse ke dalam aplikasi WhatsApp serta perangkat kacamata pintar (smart glasses) milik perusahaan. Integrasi ini diharapkan mempermudah mobilitas pengguna tanpa harus bergantung pada layar komputer atau ponsel.
Meta menyampaikan bahwa sebagian besar fitur dasar Muse dapat diakses secara gratis oleh publik, sementara opsi kemampuan yang lebih kompleks akan disediakan melalui skema layanan berbayar.
Ilustrasi - Agen AI Muse (Antara)