Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah tipis pada pembukaan perdagangan Selasa 15 September 2026.
Adapun Rupiah dibuka turun 1 poin atau 0,01 persen ke level Rp17.670 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai rupiah masih memiliki peluang untuk menguat terhadap dolar AS.
Menurutnya salah satu katalisnya adalah pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul pergantian menkeu dari Purbaya kepada Suahasil, yang diharapkan akan direspons positif dari pasar," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Selasa 15 September 2026.
Baca juga: Rupiah Tertekan Usai Inflasi Konsumen AS Naik
Meski demikian, ruang penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas. Ia menyebut salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah harga minyak mentah dunia yang masih berada pada level tinggi.
Selain itu, investor cenderung mengambil sikap wait and see menjelang hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu 16 September 2026.
"Ruang penguatan rupiah diperkirakan terbatas oleh harga minyak mentah dunia yang tetap tinggi serta sikap wait and see investor menjelang rapat FOMC Rabu besok," lanjutnya.
Baca juga: Rupiah Awal Pekan Bergerak Melemah ke Rp17.614 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah pada hari ini diprediksi akan bergerak dalam kisaran Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS.
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. (Antara)