Banjir Meluas, Seluruh Distrik Bangkok Thailand Ditetapkan sebagai Zona Bencana

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Sep 2026, 05:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Banjir Thailand Banjir Thailand (Antara)

Ntvnews.id, Bangkok - Seluruh 50 distrik di Bangkok, Thailand, ditetapkan sebagai zona bencana setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama hampir 48 jam dan menyebabkan banjir di berbagai lokasi. Kondisi ini mengganggu arus lalu lintas serta aktivitas masyarakat di ibu kota Thailand.

Dilansir dari Bangkok Post, Senin, 28 September 2026, Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengumumkan sekolah akan diliburkan pada Senin, 28 September 2026 Para pegawai pemerintah juga diminta bekerja dari rumah sebagai bagian dari upaya mengurangi kepadatan kendaraan di ruas jalan yang terdampak banjir.

Status zona bencana memungkinkan Pemerintah Metropolitan Bangkok (BMA), lembaga pemerintah terkait, serta pemerintah daerah mengambil langkah penanganan secara lebih cepat dan terkoordinasi di kawasan terdampak. Kebijakan tersebut diberlakukan ketika hujan deras masih mengguyur dan memicu genangan serta gangguan lalu lintas di sejumlah wilayah ibu kota.

Bangkok bagian timur menjadi salah satu kawasan yang mengalami dampak paling parah. Sementara itu, Provinsi Pathum Thani turut menetapkan wilayah kotamadya Rangsit sebagai zona darurat bencana setelah hujan terus turun hingga Sabtu, 26 September 2026 malam.

Pemerintah mengirimkan peringatan melalui layanan 'cell broadcast' kepada warga Bangkok tidak lama setelah pukul 09.00 waktu setempat. Pesan tersebut memperingatkan bahwa permukaan air di sejumlah kanal telah mencapai level kritis dan masih berpotensi mengalami kenaikan.

Baca Juga: Polisi: Jesslyn Wijaya Tinggalkan Indonesia Dibawa Ibu dan Bibi nya Ke Malaysia dan Bangkok

Departemen Meteorologi Thailand menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dipicu sistem tekanan rendah yang kuat di wilayah Dataran Tengah bagian bawah, Bangkok, serta sejumlah provinsi di sekitarnya. Kondisi tersebut diperparah oleh menguatnya angin muson barat daya di atas Laut Andaman, kawasan selatan, dan Teluk Thailand.

Hujan deras diprediksi masih berlangsung hingga hari ini di sejumlah wilayah Thailand. September merupakan periode puncak musim hujan di Bangkok.

Departemen Drainase dan Saluran Pembuangan BMA melaporkan curah hujan dalam periode tersebut berada di atas kondisi normal. Sepanjang 1 hingga 25 September, Bangkok mencatat curah hujan mencapai 487 milimeter. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata 269 milimeter pada periode yang sama selama 1991 hingga 2020.

Permukaan air mulai relatif stabil menjelang siang pada Sabtu, 26 September 2026, setelah stasiun pompa milik pemerintah kota bekerja dalam kapasitas maksimal. Sistem tersebut mengalirkan air dengan total debit gabungan mencapai 1.200 meter kubik per detik.

"Jika hujan berhenti, diperkirakan butuh waktu 2-3 hari untuk mengalirkan air banjir hingga surut," ujar Chadchart dalam pembaruan informasi pada pertengahan sore kemarin.

Chadchart juga meminta masyarakat tidak khawatir dan memastikan bencana banjir seperti yang terjadi pada 2011 tidak kembali terjadi. Imbauan tersebut disampaikan ketika sebagian warga mulai membeli berbagai kebutuhan pokok untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi banjir semakin parah.

Banjir Thailand <b>(Antara)</b> Banjir Thailand (Antara)

Sejumlah saksi mata menyebut gerai Makro di kawasan Ram Inthra dipenuhi warga. Kepadatan bahkan membuat area parkir kendaraan meluber hingga ke jalan raya.

Warga terlihat membeli berbagai kebutuhan pokok, mulai dari mi instan, air minum hingga ikan kaleng, yang memenuhi troli belanja mereka. Di tengah kondisi tersebut, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul memutuskan mempercepat kepulangannya dari kunjungan kerja di London.

Semula, Anutin dijadwalkan memimpin sejumlah agenda promosi investasi. Namun, dia memilih kembali lebih cepat untuk memantau secara langsung penanganan banjir.

Dalam pengarahan kepada para pejabat melalui telekonferensi, Anutin menekankan pentingnya penanganan banjir yang menggabungkan pemantauan kondisi cuaca, mitigasi bencana, sistem irigasi, serta transportasi dalam satu sistem manajemen yang terintegrasi.

Di kawasan hulu Bangkok, tepatnya Bendungan Chao Phraya di Provinsi Chai Nat, debit air yang dilepaskan secara bertahap dinaikkan dari 1.850 meter kubik per detik menjadi 1.950 meter kubik per detik.

Warga yang tinggal di wilayah dataran rendah sepanjang Sungai Chao Phraya, termasuk kawasan hilir bendungan, serta masyarakat di sepanjang Sungai Noi diminta terus memantau ketinggian air dan informasi resmi dari pemerintah. Mereka juga diimbau bersiap menghadapi perubahan kondisi yang mungkin terjadi.

Banjir dengan tingkat dampak yang berbeda-beda turut dilaporkan melanda 20 provinsi lainnya. Daerah tersebut antara lain Nakhon Ratchasima, Chanthaburi, Phetchabun, Chon Buri, Chachoengsao, Buri Ram, Surin, Sing Buri, Samut Prakan, Nakhon Sawan, Phichit, Rayong, Ang Thong, Chai Nat, Uthai Thani, Prachin Buri, Ayutthaya, Sa Kaeo, Phitsanulok, Suphan Buri, dan Nakhon Phanom.

TERKINI

Load More
x|close