UMKM RI Diharapkan Mampu Tembus Pasar China

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Feb 2025, 19:07
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
UMKM RI diharapkan mampu tembus pasar China. UMKM RI diharapkan mampu tembus pasar China.

Ntvnews.id, Jakarta - Mats Internasional Indonesia (MII) kembali menggelar webinar series pada Selasa, 25 Februari 2025 untuk para pelaku usaha eksportir skala mikro, kecil dan menengah. Kali ini, MII bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat (Disperindag Jabar) dalam sesi webinar yang ke-IV yang bertemakan “Potensi Ekspor dan Tantangan Bagi Eksportir Untuk Menembus Pasar Tiongkok”.

Vice President MII, Zainal Abidin menyampaikan pesan President & CEO MII, Sriyono B Seobianto, yang dalam sambutannya patut bersyukur dengan bisnis ekspor impor karena selalu mendapatkan dukungan penuh oleh pemerintah. Hal ini dikarekan besarnya pengaruh terhadap pendapatan dan neraca perdagangan negara.

“Neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2024 membukukan surplus sebesar USD 2,24 miliar. hasil yang menggembirakan dan membanggakan, untuk itu MII mempunyai tanggung jawab besar untuk membangun negeri lewat neraca perdagangan,“ ujar pria yang akrab disapa Zainal, Rabu, 26 Februari 2025.

Pesan Kadisperindag Jabar yang pada kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Mochamad Lukmanul Hakim, menyampaikan bahwa untuk mendorong dan mengembangkan ekspor, Pemprov Jabar memiliki empat strategi. Di antaranya peningkatan citra produk ekspor, penguatan jejaring ekspor, promosi dagang dan digitalisasi.

Selain itu kolaborasi dengan pihak swasta juga menjadi penting mengingat efisiensi anggaran yang sedang digalakkan oleh pemerintah.

"Kami juga berharap peran serta MII di Jawa Barat dapat mendongkrak pelaku usaha ekspor untuk semakin memperluas pasar," kata dia.

Webinar yang menghadirkan dua pembicara yakni Heri Abdul Rachman sebagai Head Business Unit MII dan Budi Hansyah yang merupakan Atase Perdagangan KBRI Beijing, mengundang antusiasme peserta webinar untuk menggali berbagai informasi, strategi dan tips untuk menembus pasar ekspor ke negara Tiongkok yang dijuluki sebagai Negeri Tirai Bambu.

Budi Hansyah memaparkan sejumlah strategi dan trik untuk dapat menjangkau pasar Tiongkok, antara lain adalah terdaftar di sistem GACC, Registrasi CIFER untuk produk makanan dan minuman, melakukan audit GACC, serta melengkapi berbagai sertifikasi dan dokumen lain yang dibutuhkan.

“Tiongkok sangat ketat sekali dalam menerima barang yang akan masuk ke negaranya. Maka sebelum melakukan ekspor kesini, penuhi dulu regulasinya. Indonesia memiliki peluang besar dan kekuatan untuk masuk ke Tiongkok, salah satunya makanan dan buah-buahan yang memiliki cita rasa yang khas, sehingga permintaan pasarnya sangat tinggi,” kata Atase Perdagangan KBRI Beijing, Budi Hansyah.

Heri Abdul Rachman juga memaparkan, bahwa MII memitigasi setiap pengiriman barang eksportir ke negara tujuan agar barang tersebut dapat tiba tepat waktu. Sehingga menjamin proses bisnis para eksportir berjalan lancar. Ia juga optimis akan terjadi kenaikan eksportir dari sektor UMKM Indonesia yang menembus pasar Tiongkok karena adanya beberapa persyaratan yang lebih memudahkan untuk para eksportir setelah Indonesia menjadi anggota tetap BRICS pada awal tahun 2025 .

Webinar series masih akan terus berlanjut membantu para UMKM menjangkau pasar dunia. Dengan kolaborasi berbagai stakeholder, maka peluang ekspor ke berbagai negara tujuan masih terbuka lebar.

x|close