Elon Musk Bersikeras untuk Kirim Manusia ke Mars, Ilmuwan Beberkan Bahayanya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Apr 2025, 09:08
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Planet Mars Planet Mars (NASA)

Ntvnews.id, Jakarta - CEO SpaceX, Elon Musk, terus bertekad untuk mengirim manusia ke Mars. Ia meyakini bahwa suatu hari manusia akan dapat membangun peradaban di planet tersebut. Dengan dukungan roket Starship milik SpaceX, Musk yang merupakan pengusaha terkaya di dunia ini berharap dapat mendirikan kota di Planet Merah.

Ternyata, Mars bukanlah planet yang ramah, dan menaklukkannya tidaklah mudah. Dalam studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal GeoHealth, ilmuwan mengungkapkan bahwa debu Mars mengandung zat-zat yang dapat mengancam keselamatan manusia jika kita menginjakkan kaki di sana, yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Menyaring debu Mars bisa menjadi tugas yang sangat sulit. "Risiko terbesar adalah dampaknya pada paru-paru astronot. Karena debunya sangat halus, diperkirakan akan tertahan di paru-paru dan sebagian akan diserap ke dalam aliran darah," ungkap Justin Wang, mahasiswa kedokteran dari Universitas Southern California yang terlibat dalam penelitian ini.

Baca Juga: Terdeteksi Sebuah Planet Alami Kiamat dan Kehancuran

"Bahan berbahaya seperti silika dan oksida besi dapat menyebabkan penyakit paru-paru yang bisa terjadi bersamaan," lanjutnya. Selain itu, para astronot juga akan terpapar radiasi luar angkasa yang berisiko menyebabkan fibrosis paru selama penerbangan ke Mars.

Secara keseluruhan, ini menunjukkan bahwa perjalanan ke Mars sangat berbahaya.

"Meski debu Mars bukan ancaman utama dalam misi ke Planet Merah, ia tetap dapat membahayakan astronot, meskipun masalah ini bisa dihindari jika kita siap menghadapinya," kata Wang kepada CNN International.

Permasalahannya adalah, debu tersebut ada di mana-mana. "Debu terus-menerus turun dari langit dan menutupi segala sesuatu. Setiap beberapa tahun, badai debu melanda seluruh Mars dengan lapisan yang sangat tebal," ujar profesor geologi dari Universitas Boulder, Brian Hynek.

Robot penjelajah yang mengunjungi permukaan Mars pun mengalami masalah akibat debu. Contohnya pada tahun 2021, wahana InSight Mars mengalami kerusakan dini karena debu menutupi panel surya, yang mengakibatkan panel tersebut tidak dapat mengisi daya.

Baca Juga: Dampak Kebijakan Musk, Pemilik Tesla Ramai-ramai Jual Mobil

Lebih buruk lagi, debu Mars bersifat lebih tidak terduga daripada di Bumi. Partikel debu di Mars jauh lebih tajam dan runcing, yang dapat mengiritasi selaput lunak paru-paru. Jika para astronot menghadapi masalah kesehatan, bantuan akan sangat sulit dijangkau.

"Misi ke Mars tidak memiliki kemewahan untuk segera kembali ke Bumi untuk perawatan, dan tidak dapat mengandalkan dukungan dokter di Bumi karena keterlambatan komunikasi," kata peneliti.

"Untuk memastikan eksplorasi manusia yang sukses di Planet Merah, kita harus siap untuk mencegah dan menangani berbagai masalah medis yang bisa muncul saat berada di permukaan Mars, guna mengurangi risiko dan memastikan keberhasilan misi serta keselamatan astronot," pungkas para peneliti.

x|close