A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Cerita Purbaya Hasil Sidak Bea Cukai: Mereka Canggih-canggih Ngakalin Bosnya - Ntvnews.id

Cerita Purbaya Hasil Sidak Bea Cukai: Mereka Canggih-canggih Ngakalin Bosnya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Des 2025, 06:58
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan hasil sidak Bea Cukai saat menghadiri Forum Dialog Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi dan Kota se-Indonesia. 

Menurutnya, banyak pegawai atau birokrasi yyang suka menipu atasannya.

“Mereka canggih-canggih ngakalin bosnya,” ujar Purbaya dikutip, Jumat 12 Desember 2025.

Awalnya Purbaya menyampaikan keinginan perbaikan di Bea Cukai karena barang-barang impor selama ini terus menyerbu Indonesia.

Baca juga: DI Depan Purbaya, Asosiasi Beberkan Tantangan Industri Tekstil RI

Menurutnya selama ini serbuan barang dari impor terutama asal China mudah masuk ke Indonesia karena pengawasan di daerah pabean tidak maksimal.

Untuk itu, Purbaya melakukan monitoring langsung pengawasan Bea Cukai di pelabuhan-pelabuhan.

Bahkan, ia mengaku menyaksikan langsung bagaimana mudahnya barang impor masuk dengan modus under invoicing yang berpotensi merugikan penerimaan negara.

"Saya ke pelabuhan cek barang di situ 7 dolar di pasar bisa ratusan dolar. Itu ketahuan ini kan harganya beda. Kenapa bisa begini. Harusnya kan dicek. Kalau saya periksa bilangnya enggak ada kelemahan, tapi mereka lupa saya bisa cek harga dan di aplikasi online. Mereka lihat-lihatan lah," ungkap Purbaya.

Baca juga: Usai Diganti Purbaya, Sri Mulyani Kini Jadi Dosen Calon Pemimpin Dunia di Oxford

"Dikoreksi lah harganya bukan Rp100 ribu tapi Rp500 ribu. ya lumayanlah. Saya tanya siapa importirya? enggak tahu. Terus anda telusuri enggak? dibilang yang lain bagus semua, pasti ngibulkan," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Purbaya pun menegaskan ancaman pembekuan hingga merumahkan 16 ribu para pegawai DJBC dan akan diganti oleh Societe Generale de Surveilance (SGS) asal Swiss seperti era Orde Baru disebabkan keinginan kepala negara.

"Itu dari perintah atas. Itu untuk mecut bea cukai agar kerja lebih baik, sehingga tidak perlu lagi menyerahkan ke orang asing," tandasnya.

x|close