Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait rencana pemangkasan gaji pejabat menyusul dampak perang Amerika Serikat (AS) dan Israel lawan Iran.
Adapun langkah tersebut sudah dilakukan Pakistan ditengah menghadapi krisis energi global.
Bendahara Negara itu mengaku tidak masalah jika opsi pemangkasan gaji pejabat harus diambil.
Menurutnya besaran gaji yang diterima pejabat saat ini dianggap sudah terlalu besar.
"Ya nggak apa-apa kalau menteri gajinya dipotong, sudah kegedean juga," ucap Purbaya dikutip, Rabu 18 Maret 2026.
Baca juga: Prabowo Soroti Negara yang Pangkas Gaji Pejabat Saat Hadapi Krisis Energi
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung kebijakan penghematan yang diterapkan Pakistan ketika menghadapi krisis energi global.
Dalam arahannya, Prabowo menjadikan langkah yang diambil Pakistan sebagai contoh bagaimana sebuah negara dapat mengambil kebijakan penghematan secara serius ketika menghadapi tekanan ekonomi global.
“Banyak negara melakukan langkah-langkah, seperti Pakistan. Ini hanya sebagai perbandingan. Mereka menganggap situasi ini kritis,” ujar Prabowo dalam sidang kabinet.
Ia menjelaskan, pemerintah Pakistan mengambil langkah drastis dengan memangkas gaji pejabat negara sebagai bagian dari kebijakan penghematan nasional.
“Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet dan anggota DPR. Semua penghematan gaji itu dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan dan paling lemah,” kata Prabowo.
Selain pemotongan gaji pejabat, Prabowo juga mengungkapkan sejumlah kebijakan efisiensi lain yang diterapkan Pakistan.
Di antaranya penerapan sistem kerja dari rumah hingga 50 persen bagi pegawai pemerintah maupun sektor swasta, serta pengurangan hari kerja menjadi empat hari dalam sepekan.
Pemerintah Pakistan juga disebut menghentikan pembelian berbagai fasilitas pemerintah, seperti kendaraan dinas, pendingin ruangan, hingga perabot kantor.
Baca juga: Purbaya Pede IHSG Tembus 10 Ribu Tahun Ini: Tetap To The Moon
Selain itu, perjalanan dinas ke luar negeri turut dibatasi sebagai bagian dari langkah penghematan anggaran negara.
Menurut Prabowo, contoh tersebut menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan langkah proaktif pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian global, terutama yang berkaitan dengan fluktuasi harga energi dan pangan.
“Kita tidak bisa menganggap apa pun yang terjadi di dunia kita akan selalu aman. Kita bersyukur dengan kondisi kita, tetapi tetap harus melakukan upaya penghematan,” ujar Prabowo.
Ia menambahkan, Indonesia juga perlu mempelajari berbagai langkah efisiensi, termasuk dalam pengelolaan dan penggunaan bahan bakar minyak (BBM), agar perekonomian nasional tetap stabil di tengah dinamika global.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait perlemahan nilai tukar yang sempat tembus Rp17 Ribu per dolar AS. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)