Perusahaan Energi Indonesia Nyatakan Siap Capai Net Zero Emission

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jan 2026, 18:41
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Simon Aloysius Mantiri selaku Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Bernard Riedo selaku Presiden Direktur RGE Indonesia, serta Azis Armand selaku Presiden Direktur Indika Energy dan Jon Moore, CEO BloombergNEF. Simon Aloysius Mantiri selaku Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Bernard Riedo selaku Presiden Direktur RGE Indonesia, serta Azis Armand selaku Presiden Direktur Indika Energy dan Jon Moore, CEO BloombergNEF.

Ntvnews.id, Jakarta - Indonesia menegaskan pendekatan strategisnya dalam mendorong transisi energi yang adil dan ambisius melalui panel diskusi Powering the Future: Indonesia’s Strategy for a Just and Ambitious Energy Transition, di Indonesia Pavilion, Davos Swis.

Forum ini menyoroti bagaimana Indonesia mempercepat transisi energi dengan tetap menjaga ketahanan energi, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan memenuhi komitmen iklim nasional.

Diskusi ini menghadirkan para pemimpin kunci sektor energi dan dunia usaha, yaitu Simon Aloysius Mantiri selaku Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Bernard Riedo selaku Presiden Direktur RGE Indonesia, serta Azis Armand selaku Presiden Direktur Indika Energy. Diskusi dipandu oleh Jon Moore, CEO BloombergNEF.

Simon Aloysius Mantiri menegaskan, Pertamina berperan sebagai penggerak utama transformasi energi nasional melalui pengembangan energi rendah karbon, penguatan portofolio energi bersih.

Baca juga: Perkuat Kompetensi SDM, Pertamina Gandeng ITB Siapkan Insinyur Masa Depan

Tak hanya itu, Pertamina menerapkan teknologi seperti bioenergi, panas bumi, dan penangkapan karbon, sambil tetap memastikan ketahanan dan keterjangkauan energi bagi masyarakat.

“Kami menerapkan dual growth strategy yaitu memaksimalkan bisnis eksisting dengan terus meningkatkan produksi di sektor hulu yang masih memiliki potensi besar, sekaligus mengembangkan bisnis rendah karbon, salah satunya melalui pembangunan ekosistem biofuel, di mana Indonesia telah berhasil mengimplementasikan program biodiesel B40,” ucap Simon dalam keterangan tertulisnya, Jumat 23 Januari 2026.

Dalam forum tersebut, para panelis sepakat bahwa transisi energi Indonesia memerlukan pendekatan yang berimbang dan kontekstual, mengingat kebutuhan energi domestik yang terus meningkat serta peran strategis sektor energi dalam menopang industrialisasi dan penciptaan lapangan kerja. 

Indonesia menargetkan bauran energi baru dan terbarukan sebesar 23 persen pada 2025, sejalan dengan komitmen penurunan emisi nasional menuju Net Zero Emission 2060.

“Kami memiliki rencana pengembangan LNG di Kanada yang didukung oleh pasokan listrik dari pembangkit hidro. Ini menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan. Dengan demikian, setelah konstruksi selesai, proyek tersebut dapat diklaim sebagai rencana energi net-zero karena sumber energinya berasal dari listrik hidro,”ujar Bernard.

Baca juga: ESDM Minta Shell, BP dan Vivo Negosiasi Beli Solar dari Pertamina
 
Sementara itu, Azis Armand menekankan perlunya kepastian kebijakan dan pendekatan transisi yang realistis agar investasi berkelanjutan dapat tumbuh, teknologi rendah karbon dapat diadopsi secara luas, dan manfaat ekonomi transisi energi dapat dirasakan secara inklusif.

“Dalam proses transisi di tingkat korporasi, prioritas utama kami adalah menjaga keamanan energi dan ketahanan bisnis. Setiap langkah transisi harus masuk akal secara ekonomi dan finansial, serta memperkuat keamanan energi dan resiliensi usaha. Dalam konteks Indika Energy, transisi energi harus memperkuat platform bisnis kami agar dapat tumbuh lebih lanjut secara berkelanjutan dan tetap layak secara finansial,” tegas Azis.

x|close