Ntvnews.id, Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berencana menyederhanakan struktur anak usaha dengan mengurangi jumlah entitas dari sekitar 60 menjadi 14 perusahaan. Langkah ini merupakan bagian dari program transformasi perusahaan untuk memperkuat fokus bisnis inti dan meningkatkan pengelolaan aset.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Arthur Angelo Syailendra, menyampaikan, “Dari sekitar 60 (subsidiaries) entitas yang ada saat ini, intensinya ialah kita mau reduce angka itu ke sekitar 14. Jadi kurang lebih ada sekitar 50-an yang kita melakukan aksi korporasi,” dalam konferensi video media update di Jakarta, dikutip Kamis.
Angelo menjelaskan bahwa dari 50-an entitas yang ditata ulang, Telkom telah memetakan beberapa opsi aksi korporasi. Pertama, beberapa entitas akan dilepas atau divestasi. Kedua, beberapa perusahaan akan ditutup karena sudah tidak aktif atau tidak memiliki kegiatan operasional.
Baca Juga: Inklusi Jadi Kekuatan, PT Telkom Indonesia Raih Nusantara Sustainability Award 2026
"Ini karena (entitas) sudah lama, atau sudah tidak update, maka itu akan kita tutup," ujar Angelo.
Selain itu, beberapa anak usaha juga akan digabungkan (merger) untuk memperkuat fokus bisnis perusahaan. Telkom juga mengevaluasi kepemilikan minoritas di sejumlah perusahaan yang dinilai tidak memberikan nilai tambah signifikan.
"Investasi minoritas di beberapa perusahaan ini yang mungkin nilainya tidak terlalu meaningful juga bagi kita," tambahnya.
Langkah perampingan ini menjadi bagian dari agenda transformasi perusahaan untuk memperkuat fokus pada bisnis utama sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola. Telkom menata portofolio bisnis agar menciptakan nilai tambah lebih besar dan efisiensi struktur perusahaan.
Baca Juga: Telkom Percepat Transformasi TLKM 30
Secara holistik, transformasi Telkom mengacu pada empat pilar menuju TLKM 30 (Transformasi Jangka Menengah Telkom 2030). Salah satu pilar utama adalah streamlining, yakni perampingan struktur Telkom Group. Perampingan diterapkan dengan menggabungkan unit bisnis yang tumpang tindih, melepas bisnis yang tidak terkait langsung dengan inti bisnis, dan kembali fokus pada bisnis inti.
Dengan struktur grup yang lebih efisien, Telkom memperkuat peran sebagai induk usaha strategis (strategic holding), sementara operasional dijalankan oleh entitas operating company yang menjadi penggerak utama pada masing-masing lini bisnis.
Empat pilar utama Grup Telkom ke depan yang menjadi mesin pertumbuhan perusahaan adalah B2C Business, B2B IT Services, Digital Infrastructure, dan International Business.
(Sumber: Antara)
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Arthur Angelo Syailendra dalam tayangan konferensi video (di layar) memberikan media update di Jakarta, Rabu (12/3) malam. (ANTARA/Indra Arief Pribadi) (Antara)