Rosan: Danantara Bentuk Perminas untuk Optimalkan Potensi Tanah Jarang Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Feb 2026, 21:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani menanggapi pertanyaan awak media di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026. (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira) CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani menanggapi pertanyaan awak media di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026. (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani menyebut pembentukan Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengoptimalkan potensi tanah jarang atau rare earth yang dimiliki Indonesia.

"Perminas ini untuk tanah jarang atau rare earth yang memang kita potensinya sangat-sangat besar, tapi belum dioptimalisasi, masih jauh dari optimalisasi," kata Rosan saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Rosan menjelaskan, logam tanah jarang saat ini menjadi komoditas bernilai tinggi yang sangat dibutuhkan secara global. Material tersebut memiliki peran penting sebagai bahan utama dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik, perangkat elektronik, industri kesehatan, hingga sektor energi terbarukan.

"Tanah jarang itu kalau dilihat kan sekarang memang menjadi suatu kebutuhan dunia yang sangat-sangat tinggi, dan kita punya potensi dan cadangan yang sangat-sangat tinggi juga," ujar Rosan.

Untuk merealisasikan pembentukan Perminas, Danantara akan menjalin koordinasi dan kerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait guna memastikan kesiapan dan arah pengelolaan mineral strategis tersebut.

Baca Juga: Istana: Pembentukan Perminas Arahan Langsung Presiden Prabowo

"Kita diminta persiapkan dan kita bekerja sama juga dengan kementerian lainnya," kata Rosan yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Sebelumnya, Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa rencana pembentukan BUMN baru Perminas sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pengelolaan mineral kritis nasional.

"Justru itu dari Bapak Presiden (arahan membentuk Perminas), yang diharapkan bisa mengelola mineral-mineral kita, terutama mineral-mineral yang strategis. Maka diminta lah Danantara membentuk satu entitas," katanya.

Prasetyo menyampaikan pemerintah telah memiliki daftar tambang yang akan dikelola Perminas, termasuk tambang emas Martabe di Sumatera Utara yang selama ini dikelola PT Agincourt Resources, meskipun belum merinci secara detail.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan tambang emas Martabe akan dialihkan pengelolaannya ke Perminas. Ia menegaskan Perminas memiliki peran berbeda dengan Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID.

Menurut Dony, pengalihan tersebut dilakukan agar pengelolaan Agincourt berada langsung di bawah Danantara. Ke depan, Perminas akan beroperasi sebagai entitas yang sepenuhnya berada di bawah naungan Danantara Indonesia.

Baca Juga: Danantara Kedepankan Keterbukaan dan Koordinasi untuk Perkuat Himbara

(Sumber: Antara) 

x|close