Ntvnews.id, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan telah menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama. Penetapan tersebut dilakukan melalui rapat direksi yang digelar pada Jumat, 30 Januari 2026 pekan lalu.
Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI Sunandar mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan internal direksi.
“Sementara penggantinya itu, Pak Jeffrey (Hendrik). Keputusan radir,” ujar Sunandar kepada awak media di Media Center BEI, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Sunandar menjelaskan, proses pengunduran diri Direktur Utama BEI sebelumnya masih berjalan. Ia menyebut pengalihan kepemimpinan secara resmi baru akan diumumkan setelah seluruh mekanisme tersebut rampung.
“Nah, cuman kan mekanisme pengunduran dirinya harus nanti, berproses, yang Dirutnya," ujar Sunandar.
Baca Juga: Rosan Roeslani: Investor Asing Berpeluang Jadi Pemegang Saham BEI Usai Demutualisasi
Ia menambahkan, posisi Pjs Direktur Utama akan dijabat oleh Jeffrey Hendrik hingga pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang.
“Iya, pergantian (RUPST),” ujar Sunandar.
Sunandar juga mengungkapkan bahwa penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Pjs Dirut BEI telah berlaku efektif sejak Jumat, 30 Januari 2026 pekan lalu.
“Sudah (Jumat),” ujarnya.
Baca Juga: BEI Tegaskan Akan Buat Pasar Modal Indonesia Berkelas Dunia
Sebelumnya, BEI menyampaikan bahwa pengumuman terkait Pjs Direktur Utama akan dilakukan sebelum pembukaan perdagangan Bursa pada Senin, 2 Februari 2026.
“Akan diumumkan Pjs Dirut-nya sebelum dibukanya perdagangan Senin,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad.
Dalam konferensi pers yang digelar di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Sabtu (31/01) malam, BEI diwakili oleh Jeffrey Hendrik yang saat itu masih disebut menjabat sebagai Direktur Pengembangan.
Baca Juga: BEI Pastikan Operasional Tetap Normal, Komitmen Perkuat Transparansi dan Tata Kelola
"Betul (Jeffrey) sebagai Direktur Pengembangan," ujar Kautsar.
Dalam kesempatan tersebut, Jeffrey menegaskan bahwa operasional BEI akan tetap berjalan normal dan proses pengambilan keputusan oleh manajemen tidak akan terganggu.
“Kami juga menegaskan komitmen kami untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia tidak hanya setara dalam hal nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga setara dalam transparansi dan tata kelola,” ujar Jeffrey.
(Sumber: Antara)
Pjs Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik. (Antara)